Trump puji Ahmed, penyelamat dalam penembakan Pantai Bondi

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memuji Ahmed al-Ahmed, seorang warga sipil yang berhasil melumpuhkan salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Aksi heroic pria asal Suriah ini berpotensi menyelamatkan banyak nyawa selama penembakan massal tersebut.

Advertisements

“Dan di Australia, Anda mungkin telah membaca, ada seorang yang sangat, sangat berani, yang pergi dan menyerang langsung salah satu pelaku penembakan dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Trump seperti dilansir Al Arabiya.

Meskipun tidak menyebut nama al-Ahmed secara langsung, komentar Trump merujuk sebuah video viral yang menunjukkan al-Ahmed berlari melintasi tempat parkir menuju seorang pria yang memegang senapan. Pria itu menajdi salah satu pelaku penembakan di festival Yahudi Hanukkah di Pantai Bondi, yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

Al-Ahmed, yang diidentifikasi oleh media lokal sebagai warga sipil berusia 43 tahun, kemudian terlihat menangkap tersangka dari belakang, merebut senjata dari tangannya, dan sempat mengarahkannya kembali kepadanya.

Advertisements

“Orang yang sangat berani yang saat ini berada di rumah sakit dengan luka yang cukup serius. Jadi, saya sangat menghormati pria yang melakukan itu,” Trump menambahkan.

Chris Minns, Perdana Menteri New South Wales yang meliputi Pantai Bondi, telah mengunjungi Ahmed al-Ahmed di rumah sakit.

Minns mengunggah foto dirinya duduk di ujung tempat tidur al-Ahmed saat keduanya berbincang. Salah satu lengan al-Ahmed tampak dibalut gips.

“Ahmed adalah pahlawan sejati. Tadi malam, keberaniannya yang luar biasa tanpa diragukan lagi menyelamatkan banyak nyawa ketika ia melucuti senjata seorang teroris dengan risiko pribadi yang sangat besar,” tulis Minns pada Senin seperti dilansir Al Jazeera.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menghabiskan waktu bersamanya barusan dan menyampaikan ucapan terima kasih dari masyarakat di seluruh NSW.”

Ditembak 4-5 Kali

Al Ahmed, “ditembak empat hingga lima kali,” kata orang tuanya pada Senin 15 Desember 2025.

“Dia melihat mereka sekarat, dan orang-orang kehilangan nyawa mereka, dan ketika orang itu (penembak) kehabisan amunisi, dia (Ahmed) mengambilnya darinya, tetapi dia terkena tembakan,” kata Malakeh Hasan Al Ahmed, ibu Ahmed, kepada Australian Broadcasting Corporation dalam sebuah wawancara seperti dikutip Anadolu.

Ahmed “ditembak empat hingga lima kali di bahunya, dengan beberapa peluru masih bersarang di dalam tubuhnya,” kata orang tuanya yang berasal dari Suriah, Mohamed Fateh Al Ahmed dan Malakeh, yang tiba di Australia beberapa bulan lalu.

Polisi Australia mengatakan dua penembak tak dikenal, seorang pria berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun, melepaskan tembakan di sepanjang Pantai Bondi di Sydney pada Ahad malam. Serangan ini menewaskan 15 orang dan melukai 42 lainnya yang dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Salah satu dari dua penembak tewas, sementara yang lainnya mengalami luka kritis, kata polisi, menyatakan insiden itu sebagai “tindakan teroris.”

Ahmed pindah ke Australia pada 2006 dari Suriah, tempat ia lahir di desa al-Nayrab, provinsi Idlib, di barat laut negara itu.

Ia adalah warga negara Australia dan berprofesi sebagai penjual buah.

Ahmed telah terpisah dari orang tuanya sejak ia pindah ke Australia 19 tahun yang lalu. Ia adalah ayah dari dua anak perempuan, berusia tiga dan enam tahun.

Menurut orang tuanya, Ahmed “akan melakukan apa saja untuk melindungi siapa pun, tanpa memandang latar belakang atau keyakinan mereka.”

“Ketika ia melakukan apa yang dilakukannya, ia tidak memikirkan latar belakang orang-orang yang diselamatkannya, orang-orang yang sekarat di jalanan,” kata ayah Ahmed, yang tindakannya telah memenangkan hati banyak orang di seluruh dunia, dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebutnya sebagai “pahlawan.”

Ahmed “tidak membeda-bedakan antara satu kewarganegaraan dengan kewarganegaraan lainnya. Terutama di sini di Australia, tidak ada perbedaan antara satu warga negara dengan warga negara lainnya,” kata orang tuanya, memujinya sebagai pahlawan.

Menurut mereka, Ahmed dan seorang temannya sedang minum kopi di pantai pada Ahad malam ketika mereka mendengar suara tembakan.

Tak lama kemudian, sebuah video kejadian tersebut muncul, menunjukkan Ahmed mendekati salah satu penembak dari belakang, menerkamnya, dan merebut senapannya.

Rekaman video kejadian tersebut telah viral, dengan jutaan penonton.

Operasi pertama Ahmed berhasil, kata sepupunya Hozay Alkanj pada Senin. “Saya pikir dia akan menjalani dua atau tiga operasi lagi, tergantung situasinya,” tambahnya.

Penggalangan dana daring yang dibuat atas namanya telah mengumpulkan lebih dari $1 juta dalam bentuk donasi.

Polisi mengakui bahwa intervensi warga sipil membantu mencegah korban jiwa lebih lanjut. Ahmed masih dirawat di rumah sakit sementara penyelidikan atas serangan itu terus berlanjut.

Pilihan Editor: Australia Perketat Aturan Senjata Api Usai Penembakan Massal

Advertisements