Turis terdampar di Karibia setelah serangan AS ke Venezuela

SERANGAN militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat menimbulkan gangguan perjalanan wisata di Karibia pada saat musim ramai bagi kawasan tersebut sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Banyak turis Amerika terjebak di wilayah tersebut, meskipun Administrasi Penerbangan Federal (FAA) membuka kembali wilayah udara Karibia Timur setelahnya.

Advertisements

Dilansir ABC News, seorang reporter ABC Philadelphia WPVI Nydia Han menceritakan bahwa ia dan keluarganya seharusnya terbang dari San Juan, Puerto Rico, ke Philadelphia pada Minggu malam. Tetapi sekarang, katanya, dia dikabari maskapai bahwa dia tidak bisa mendapatkan penerbangan pulang sampai Jumat. “Sayangnya, karena penangkapan Maduro dan penutupan wilayah udara, kami terjebak di Vieques,” kata Han dalam video yang dibagikannya kepada ABC News.

Pilihan Editor: Regenerasi Pembuat Topeng Cirebon

Turis dari Florida, Billy Gunther dan istrinya, sedang berbulan madu di Puerto Rico pada Sabtu. Tapi mereka tidak bisa pulang sampai tiga hari berikutnya setelah penerbangan mereka dibatalkan. Ia juga telah berbicara dengan turis lain yang mengalami pembatalan penerbangan. “Jadi, ada banyak orang yang cemas, mereka tidak tahu kapan mereka akan pulang,” kata Gunther.

Advertisements

Larangan Penerbangan Telah Berakhir

FAA mengeluarkan pemberitahuan (NOTAM) kepada maskapai penerbangan pada Sabtu pagi bahwa mereka melarang penerbangan memasuki wilayah udara Karibia Timur. Menurut pemberitahuan, hal itu karena risiko keselamatan penerbangan yang terkait dengan aktivitas militer yang sedang berlangsung.

Namun, larangan terbang itu sudah berakhir. Menteri Transportasi AS Sean Duffy dalam unggahan media sosial pada Sabtu sore mengumumkan bahwa larangan wilayah udara Karibia berakhir pada tengah malam waktu bagian timur dan kembali normal pada Ahad.

Pilihan Editor: Menyusuri Jejak Pramoedya di Blora

Sejumlah maskapai penerbangan besar AS seperti Southwest, JetBlue, United, Delta, dan American, membatalkan ratusan penerbangan selama larangan wilayah udara. Namun, beberapa berupaya menambah penerbangan tambahan ke wilayah tersebut untuk mengakomodasi pelanggan yang terkena dampak. American Airlines mengatakan akan menambahkan 5.000 kursi tambahan ke rute Karibia dan mengerahkan Boeing 777-300, pesawat terbesar dalam armadanya, untuk membantu pelanggan.

Penerbangan di seluruh Karibia — termasuk destinasi populer lainnya seperti Aruba, Bonaire Curacao, St. Martin, dan St. Thomas di Kepulauan Virgin AS — juga dibatalkan selama larangan wilayah udara, tetapi beberapa bandara, termasuk Bandara Internasional Queen Beatrix di Oranjestad, Aruba, mulai kembali normal, menurut FlightRadar24.

Akhir pekan lalu merupakan puncak liburan di Amerika. Diperkirakan 122,4 juta warga Amerika akan melakukan perjalanan jauh dari rumah. Banyak pelancong memanfaatkan waktu lebih lama di pantai dan resor tropis di Karibia sebelum kembali ke rumah. “Karibia adalah tujuan utama pada waktu ini,” kata juru bicara AAA, Aixa Diaz, seperti dilansir Le Monde. “Banyak orang yang mencoba pulang ke rumah akhir pekan ini sebelum bekerja dan sekolah pada hari Senin,” kata dia.

Pilihan Editor: Kampung Adat Nagari Sijunjung: Lorong Waktu Minangkabau

Advertisements