
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, kini menorehkan prestasi gemilang dengan memuncaki daftar penjaga gawang paling banyak mencetak clean sheet atau nirbobol di Super League musim 2025/2026. Catatan impresif ini tentu memunculkan pertanyaan besar: apakah pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, akan melirik performa gemilang sang kiper?
Menurut data yang dirilis Transfermarkt, Teja Paku Alam telah membukukan sembilan clean sheet sepanjang musim ini. Angka ini menempatkannya di posisi teratas, jauh di atas pesaing-pesaingnya.
Di posisi kedua, ada kiper Bali United asal Belanda, Mike Hauptmeijer, yang berhasil mengamankan delapan clean sheet. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh penjaga gawang Persita Tangerang asal Portugal, Igor Rodrigues, dan kiper Timnas Indonesia yang membela Borneo FC, Nadeo Argawinata, yang sama-sama mencatatkan tujuh clean sheet. Di bawah mereka, ada Aqil Savik dan Cahya Supriadi dengan enam clean sheet, diikuti oleh kiper Timnas Indonesia lainnya, Ernando Ari dari Persebaya, yang mengoleksi lima clean sheet.
Teja Paku Alam benar-benar telah memantapkan diri sebagai kiper utama Persib di musim ini. Performanya yang konsisten bahkan berhasil menggeser kiper asing Persib asal Wales, Adam Przybek, dari posisi inti.
Maarten Paes Kembali Diisukan Merapat, Bojan Hodak Buka Suara soal Bursa Transfer Persib
Hingga saat ini, Teja Paku Alam tercatat telah tampil dalam 22 pertandingan di Super League dan AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026. Penjaga gawang berusia 31 tahun ini merupakan salah satu pilar penting yang membawa Persib sementara memimpin klasemen Super League dan berhasil melaju ke babak 16 besar ACL 2. Tentu saja, torehan cemerlang Teja di kedua kompetisi ini menjadi daya tarik utama yang diharapkan bisa memikat perhatian John Herdman untuk Timnas Indonesia.
Persaingan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia memang semakin ketat. Dua kiper naturalisasi yang berkarier di luar negeri, Maarten Paes (FC Dallas, MLS) dan Emil Audero (Cremonese, Serie A), hampir dipastikan akan menjadi langganan panggilan. Ini berarti Teja harus menunjukkan konsistensi dan soliditas yang luar biasa untuk memperebutkan slot kiper ketiga Timnas Indonesia, di mana ia akan bersaing ketat dengan Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.
Salah satu kelemahan Teja dibandingkan Nadeo dan Ernando adalah minimnya pengalaman di level internasional bersama tim nasional. Teja belum pernah mencatatkan satu pun caps bersama Timnas Indonesia. Ia baru merasakan atmosfer tim nasional dari bangku cadangan, belum pernah berkesempatan berlaga di lapangan dengan lambang Garuda di dada. Berbanding terbalik dengan Nadeo yang sudah mengoleksi 24 caps dan Ernando dengan 13 caps di Timnas Indonesia, keduanya telah malang melintang di kancah internasional.
Turnamen terdekat yang akan dihadapi Timnas Indonesia adalah FIFA Series pada Maret 2026. Oleh karena itu, Teja wajib menjaga performa dan konsistensinya hingga menjelang pemanggilan untuk turnamen tersebut jika ia ingin mendapatkan kesempatan debutnya.
Meski meraih sembilan clean sheet di Super League, Teja Paku Alam tetap menunjukkan sikap rendah hati. Catatan impresif itu terdiri dari tujuh clean sheet di laga kandang saat menghadapi Semen Padang FC, Persebaya, Persis Solo, Dewa United, Bhayangkara FC, PSM Makassar, dan Persija Jakarta. Sementara itu, dua clean sheet lainnya berhasil ia catatkan di laga tandang melawan PSBS Biak dan Bali United.
Satu Slot Legiun Asing Persib Masih Lowong, Bojan Hodak Masih Bungkam Soal Calon Pemain Anyar di Bursa Transfer
“Ya Alhamdulillah patut kita syukuri, kita berbenah lagi di putaran kedua,” ujar Teja seperti dilansir dari laman ILeague. Baginya, clean sheet adalah sebuah bonus, karena kemenangan tim adalah prioritas utama. “Alhamdulillah kita bisa dapat tiga poin, yang penting tiga poin, kalau clean sheet bonus,” tambahnya.
Performa apiknya di bawah mistar gawang tidak lepas dari kerja sama yang solid dengan lini pertahanan Persib, yang diisi oleh nama-nama seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Federico Barba, Frans Putros, Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, dan Alfeandra Dewangga. “Pastinya senang, berkat semua pemain, defense yang sangat bagus. Mungkin lebih mudah komunikasinya, karena mereka sudah pengalaman semua yang di depan. Jadi, sampai clean sheet,” pungkasnya.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, akankah John Herdman berani mengambil risiko untuk memanggil Teja Paku Alam, kiper dengan pengalaman minim di level tim nasional, untuk membela skuad Garuda di kancah internasional? Hanya waktu yang bisa menjawab tantangan ini.
