
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan pada Senin malam (19/1) menyusul kedatangan Wali Kota Madiun, Maidi. Orang nomor satu di Kota Madiun tersebut tiba sekitar pukul 22.34 WIB, setelah sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menghebohkan. Kedatangan Maidi ke markas lembaga antirasuah itu ditemani oleh delapan orang lainnya yang juga turut diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Dalam pantauan media, Maidi terlihat mengenakan jaket berwarna biru saat memasuki gedung KPK. Menariknya, di tengah pusaran kasus dugaan korupsi yang menjeratnya, Maidi sempat memberikan pernyataan singkat kepada awak media. Dengan nada tegas, ia menyatakan kondisinya baik dan menunjukkan semangat tak pantang menyerah.
“Kabar baik,” ujar Maidi singkat di lokasi. Ia kemudian menambahkan, “Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat.” Pernyataan ini sontak menjadi perhatian, mengingat statusnya yang sedang diperiksa atas dugaan pelanggaran hukum.

Sebelumnya, kabar mengenai OTT KPK di Madiun telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia mengungkapkan bahwa pada Senin (19/1), tim penyelidik melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan berhasil mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur.
Dari belasan pihak yang diamankan tersebut, sembilan di antaranya, termasuk Wali Kota Madiun Maidi, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Budi Prasetyo juga menjelaskan bahwa OTT kali ini diduga kuat berkaitan dengan praktik rasuah, khususnya terkait penerimaan fee proyek dan penyelewengan dana CSR di lingkungan pemerintahan Kota Madiun.
Hingga saat ini, status Maidi masih sebagai terperiksa. Sesuai prosedur yang berlaku, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang terlibat dalam operasi tangkap tangan tersebut, apakah akan dinaikkan menjadi tersangka atau tidak.
Ringkasan
Wali Kota Madiun, Maidi, tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Senin malam (19/1) sekitar pukul 22.34 WIB. Kedatangannya menyusul terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama delapan orang lainnya. Sebelum memasuki gedung, Maidi sempat menyatakan kondisinya baik dan menunjukkan semangat untuk membangun Kota Madiun.
OTT KPK ini terjadi di Madiun, Jawa Timur, dan mengamankan total 15 orang, sembilan di antaranya dibawa ke Jakarta termasuk Maidi. Dugaan praktik rasuah terkait penerimaan fee proyek dan penyelewengan dana CSR di lingkungan pemerintahan Kota Madiun menjadi latar belakang OTT ini. Saat ini, Maidi masih berstatus terperiksa, dan KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukumnya.
