Waspada 4 penyakit saat musim hujan

MUSIM hujan seperti pada liburan akhir tahun ini perlu diwaspadai masyarakat. Saat hujan mikroorganisme penyakit bisa menyerang manusia. Karenanya, stamina tubuh harus di jaga agar selalu sehat dan bugar. Dengan menjaga kondisi tubuh dengan prima saat musim hujan, orang pun bisa terhindar dari beragam penyakit yang mengintai.

Advertisements

Apa saja penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan?

1. Influenza

Virus influenza menyebar lewat cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur. Gejala influenza yakni batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, lesu, mual, muntah, diare dan demam hingga 38 derajat.

Advertisements

2. Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah diakibatkan oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictusini. Gejala DBD yakni sakit kepala, demam mendadak, nyeri belakang bola mata, mual & manifestasi pendarahan seperti mimisa/gusi berdarah serta adanya kemerahan pd permukaan tubuh penderita. Pencegahan DBD yang paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus.

3. Diare

Penyakit diare muncul karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit seperti bakteri E.Coli, Salmonela, Shigella dll. Gejala diare yakni dehidrasi, lemas, kulit kering, pusing, sering buang air besar. Menjaga kebersihan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah utama untuk mencegah diare.

4. Leptospirosis

Penyakit ini ditularkan melalui kencing tikus. Penularannya masuk dalam tubuh manusia lewat selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet dan makanan. Gejala Leptospirosis yakni menggigil, batuk,diare, demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mata merah, serta tidak nafsu makan.

Selain dalam hal kesehatan, hal lain yang perlu diwaspadai saat musim hujan adalah musibah banjir. Curah hujan tinggi, luapan sungai, dan kapasitas drainase yang terbatas seringkali menjadi pemicu utama terjadinya genangan air di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Ada beragam faktor suatu daerah, termasuk Jakarta, bisa terkena banjir. Seperti hujan intensitas tinggi dan luapan sungai lokal serta sistem drainase yang kewalahan. Kondisi geografis Jakarta yang berada di dataran rendah dengan aliran sungai yang besar, serta pola curah hujan ekstrem, menjadi faktor utama risiko banjir yang terus membayangi kehidupan warga perkotaan.

Salah satu upaya yang dinilai efektif dalam pengendalian banjir di Jakarta adalah pembangunan sumur resapan. Sumur resapan membantu mengoptimalkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi beban genangan air permukaan sekaligus membantu mengisi ulang air tanah. Regulasi seperti yang tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta mewajibkan pengembangan sumur resapan dalam setiap pembangunan kawasan baru.

Dalam rangka mendukung upaya mitigasi banjir, Holywings Peduli program CSR dari Holywings Group telah melakukan gerakan nyata di Kelurahan Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Salah satunya adalah pemberian mesin bor untuk digunakan dalam pembuatan sumur resapan di wilayah tersebut. Pemberian mesin bor ini dipandang sebagai kontribusi konkret untuk membantu percepatan pembangunan sumur resapan, sebuah solusi praktis agar air hujan dapat terserap lebih efektif ke tanah dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan. Inisiatif seperti ini menjadi bagian penting dari pendekatan kolaboratif antara pihak swasta, pemerintah setempat, dan warga untuk menanggulangi bencana banjir secara berkelanjutan.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto menilai persoalan banjir di Jakarta sebagai tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Ia berharap kegiatan ini bisa mendukung upaya pencegahan banjir secara berkelanjutan. “Inisiatif ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Andrew Susanto dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 28 Desember 2025.

Lurah Karet Kuningan, mengapresiasi dukungan ini. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah Kelurahan Karet Kuningan. “Pemerintah kelurahan menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujar Istambul Afrikana Lurah Karet Kuningan.

Pilihan Editor: Musim Hujan Tiba, Begini Cara Pemkot Bandung Mitigasi Banjir

Advertisements