Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan perkembangan terbaru terkait penanganan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran apartemen di Hong Kong. Seorang WNI yang sebelumnya dirawat kini telah dipulangkan dari rumah sakit dan menempati kediaman kerabat pemberi kerjanya.
Sementara itu, satu WNI lainnya yang juga sempat dirawat, dilaporkan berada dalam kondisi stabil dan sedang menunggu proses pemulangan dari rumah sakit (discharge). Keterangan ini disampaikan oleh Kemlu RI dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat, seperti dilansir dari Antara.
Sebelumnya, insiden nahas ini telah merenggut nyawa dua WNI dan melukai dua WNI lainnya. Mereka semua teridentifikasi sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor domestik. Hingga saat ini, Kemlu RI belum menerima pembaruan informasi mengenai identitas atau status warga Indonesia yang menjadi korban tewas maupun terluka dalam peristiwa tersebut.
Merespons kondisi tersebut, KJRI Hong Kong bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan WNI bergerak cepat dengan kembali mendatangi area kebakaran. Kunjungan ini bertujuan untuk menemui para WNI yang ditempatkan di sejumlah lokasi penampungan di sekitar kawasan Wang Fuk Court guna memastikan kondisi serta kebutuhan mereka pascakejadian.
Tidak hanya kunjungan, pihak KJRI dan Satgas juga aktif menyalurkan bantuan berupa makanan, minuman, dan berbagai barang kebutuhan pokok lainnya kepada para WNI yang berada di lokasi penampungan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan optimal bagi warganya di luar negeri.
KJRI Hong Kong menegaskan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk otoritas Hong Kong, lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat, organisasi PMI, serta berbagai elemen diaspora Indonesia lainnya. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memastikan penanganan yang komprehensif bagi seluruh WNI yang terdampak.
Sebagai pengingat, kebakaran besar tersebut melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Hong Kong pada Rabu, 26 November 2025. Sampai Jumat pagi, total korban meninggal dunia yang dilaporkan telah mencapai 94 orang, menandai tragedi kemanusiaan yang mendalam.
Menurut laporan South China Morning Post, Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee Ka-chiu menyebutkan bahwa tujuh blok apartemen terdampak parah oleh kebakaran. Tiga di antaranya tampak gelap total dari luar, sementara empat lainnya menunjukkan tingkat kerusakan yang bervariasi. Untuk mengatasi insiden skala besar ini, lebih dari 140 mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 800 petugas pemadam serta paramedis dikerahkan, lengkap dengan penggunaan drone untuk memantau area kebakaran secara efektif.
Pilihan editor: Korban Tewas Kebakaran Hong Kong Jadi 55 Jiwa, 279 Masih Hilang
Ringkasan
Kementerian Luar Negeri RI melaporkan perkembangan WNI korban kebakaran apartemen di Hong Kong. Satu WNI telah dipulangkan dari rumah sakit dan kini tinggal bersama kerabat pemberi kerja, sementara satu WNI lain dalam kondisi stabil dan sedang menunggu proses pemulangan. Sebelumnya, insiden ini merenggut nyawa dua WNI dan melukai dua lainnya, yang semuanya teridentifikasi sebagai pekerja migran Indonesia.
Menanggapi situasi tersebut, KJRI Hong Kong bersama Satgas Pelindungan WNI bergerak cepat mendatangi lokasi penampungan di sekitar Wang Fuk Court untuk memastikan kondisi dan menyalurkan bantuan logistik. KJRI juga terus berkoordinasi intensif dengan otoritas Hong Kong, LSM, dan organisasi PMI untuk penanganan komprehensif bagi seluruh WNI terdampak. Kebakaran besar tersebut melanda kompleks perumahan pada 26 November 2025 dan dilaporkan telah menewaskan 94 orang.
