PRESIDEN Prabowo Subianto turut serta dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025, sebuah acara megah yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 November 2025. Kehadiran Kepala Negara ini menjadi simbol penghargaan tertinggi bagi para pendidik di seluruh penjuru negeri.
Momen kedatangan Presiden yang dinanti-nantikan terjadi sekitar pukul 15.06 WIB. Mengenakan setelan safari berwarna krem yang elegan, lengkap dengan peci hitam, Presiden Prabowo tiba di area Indonesia Arena. Sambutan hangat langsung terasa dari ribuan guru yang telah memadati gedung, serempak mengenakan seragam kebanggaan merah dan putih. Saat memasuki arena, gemuruh teriakan antusias dari para guru menyambutnya. Didampingi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Presiden Prabowo menyalami beberapa guru sebelum kegiatan utama dimulai, di mana beliau dijadwalkan akan menyampaikan sambutannya. Turut hadir dalam acara penting ini adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menyoroti komitmen pemerintah terhadap dunia pendidikan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebelumnya menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil serangkaian langkah signifikan untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Upaya ini telah berjalan intensif selama satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan pada peringatan Hari Guru 2025 yang jatuh pada Selasa, 25 November 2025 lalu.
Pada tahun 2025, salah satu program unggulan pemerintah adalah pemberian beasiswa pendidikan. Sebanyak 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D IV atau S1 diberikan beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester untuk melanjutkan studi S1. Program ini diwujudkan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan standar akademik para pendidik.
Selain beasiswa, pemerintah juga gencar melaksanakan beragam pelatihan komprehensif. Ini mencakup Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kapasitas guru Bimbingan Konseling (BK), pelatihan BK untuk guru non-BK, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, hingga program Kepemimpinan Sekolah. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan mutakhir yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan finansial guru. Tunjangan sertifikasi diberikan sebesar Rp 2 juta per bulan untuk guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru-guru ASN. Sementara itu, bagi guru honorer, pemerintah menyediakan insentif sebesar Rp 300.000 per bulan. “Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru,” tegasnya, menjamin transparansi dan efisiensi penyaluran dana.
Pilihan Editor: Mengapa Nilai Tes Matematika Siswa SMA Jeblok
