
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia akan meningkat selama sepekan ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap mengantisipasi cuaca ekstrem, contohnya berupa hujan yang mendadak turun setelah cuaca cerah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan lonjakan curah hujan dipengaruhi dinamika atmosfer berskala global, regional, dan lokal yang tengah aktif. Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, dan Madden–Julian Oscillation (MJO) masih berkontribusi memperkuat pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Bibit Siklon Tropis 93W di timur Filipina turut memberi dampak tidak langsung pada peningkatan hujan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Desember 2025.
Pada 5–7 Desember 2025, hujan lebat diprakirakan mengguyur berbagai area di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, serta Lampung. Di Jawa, prediksi itu untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Adapun di Kalimantan Barat, wilayahnya mencakup Maluku Utara, Maluku, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan.
Pada pekan kedua bulan ini, atau 8–11 Desember, hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, serta Papua Pegunungan. BMKG juga mendeteksi peluang angin kencang di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sederhana. Saat hujan turun, dia mencontohkan, warga bisa menghindari area berisiko seperti bawah pohon atau bangunan yang rapuh.
“Tetap waspada saat berkendara, dan pastikan aliran air di lingkungan tidak tersumbat. Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” tutur Andri,
Pilihan Editor: Tsunami Kayu di Banjir Sumatera: Pohon Lapuk atau Tebangan?
