4 minutes read

Bongkar Skema Power Amplifier Toshiba Legendaris (Suara Jernih & Bertenaga)

Skema power amplifier Toshiba yang populer (seperti OCL 150W) adalah rangkaian sederhana namun andal yang terbagi menjadi empat bagian utama: Input Diferensial, Voltage Amplifier Stage (VAS), Driver, dan Final Output. Memahami fungsi setiap bagian adalah kunci untuk merakit, memodifikasi, dan memperbaiki power amplifier ini dengan benar.

Sobat opreker, di artikel sebelumnya kita sudah bahas tuntas cara pemasangan TR final Toshiba agar tidak mudah jebol. Nah, sekarang saatnya kita naik level. Kita akan “membedah” keseluruhan skema rangkaiannya. Kenapa? Karena dengan paham petanya, kita tidak hanya bisa merakit, tapi juga tahu di mana harus mencari masalah jika suaranya serak, dengung, atau bahkan bisu.

Skema yang akan kita bahas adalah basis dari banyak power amplifier legendaris, yaitu OCL (Output Capacitor Less) 150 Watt. Skema ini sederhana, komponennya mudah dicari, dan hasilnya sudah terbukti memuaskan. Yuk, kita lihat isi jeroannya!

Anatomi Skema Power Amplifier OCL Toshiba

Sebuah power amplifier pada dasarnya bekerja seperti ini: sinyal audio yang lemah dari HP atau player masuk, lalu dikuatkan berkali-kali lipat hingga cukup bertenaga untuk menggetarkan speaker. Proses penguatan ini terjadi di beberapa tahap.

1. Tahap Input (Long Tail Differential Amplifier)

Ini adalah gerbang masuknya sinyal audio. Tugasnya adalah menerima sinyal audio dan membuang noise atau sinyal liar yang tidak diinginkan. Di skema OCL, bagian ini biasanya menggunakan dua transistor kecil (misal: BC546 atau A733) yang dipasang saling berhadapan. Kualitas komponen di bagian ini sangat menentukan kejernihan suara akhir.

2. Tahap Penguat Tegangan (Voltage Amplifier Stage / VAS)

Setelah sinyal dibersihkan, tugas selanjutnya adalah memperkuat tegangannya. Di sinilah sinyal audio “dibesarkan” secara signifikan. Bagian ini biasanya hanya menggunakan satu transistor (misal: C2240 atau A1837). Di tahap ini juga ada komponen penting bernama transistor servo bias (biasanya menempel di heatsink kecil) yang tugasnya menjaga kestabilan suhu transistor final.

3. Tahap Driver

Sinyal yang tegangannya sudah kuat dari VAS belum cukup bertenaga untuk mendorong transistor final yang besar. Di sinilah peran driver. Bagian ini bertugas memberikan “tenaga awal” atau arus yang cukup agar transistor final bisa bekerja. Biasanya menggunakan sepasang transistor komplementer berdaya sedang, seperti TIP41 (NPN) dan TIP42 (PNP).

4. Tahap Akhir (Final Output)

Inilah “otot”-nya power amplifier. Sinyal yang sudah dikuatkan oleh driver kini diserahkan ke sepasang “raksasa”, yaitu 2SC5200 (NPN) dan 2SA1943 (PNP). Mereka bekerja secara push-pull: saat sinyal positif, 2SC5200 bekerja. Saat sinyal negatif, 2SA1943 yang bekerja. Gabungan kerja mereka inilah yang menghasilkan gelombang suara utuh yang bertenaga untuk menggetarkan speaker.

Pentingnya Power Supply (PSU): Sehebat apapun rangkaiannya, tanpa “makanan” yang bagus, tenaganya tidak akan keluar. Pastikan Anda menggunakan power supply simetris (CT) dengan Elco (kapasitor) yang kapasitasnya besar (minimal 4700uF) dan trafo yang arusnya murni untuk hasil bass yang mantap dan tidak kedodoran.

Setting DCO dan Bias: Setelah perakitan selesai, ada dua “ritual” wajib sebelum disambungkan ke speaker. Pertama adalah setting DCO (DC Offset) agar mendekati 0 Volt untuk mencegah speaker rusak. Kedua adalah setting Arus Bias agar transistor final tidak terlalu panas saat idle. Keduanya biasanya diatur melalui trimpot yang ada di PCB driver.

FAQ – Pertanyaan Umum Skema Power Toshiba

1. Berapa daya (watt) yang bisa dihasilkan dari skema ini?

Daya output sangat bergantung pada tegangan VCC dari power supply dan impedansi speaker. Dengan trafo 5A 25V-CT dan speaker 8 Ohm, skema OCL 150W ini secara realistis bisa menghasilkan daya murni sekitar 80-100 Watt, sudah sangat cukup untuk penggunaan rumahan.

2. Bisakah saya menambah jumlah transistor final?

Bisa. Menambah transistor final secara paralel (misalnya 2 set atau 3 set) bertujuan agar power lebih tahan beban rendah (misal speaker 4 Ohm) dan lebih adem. Tapi, ini juga harus didukung oleh power supply yang arusnya lebih besar dan driver yang lebih kuat.

3. Kenapa suara power rakitan saya serak atau pecah?

Suara serak bisa disebabkan oleh banyak hal. Penyebab paling umum adalah setting bias yang tidak tepat, ada transistor di bagian input atau VAS yang rusak, atau tegangan VCC yang drop saat diberi beban berat (trafo kekecilan).