Potensi banjir Jakarta saat malam Tahun Baru 2026

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang diperkirakan melanda saat malam pergantian tahun baru 2026. Prediksi cuaca menunjukkan bahwa wilayah Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas beragam sepanjang hari pada Rabu, 31 Desember 2025.

Advertisements

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa sejumlah area harus menjadi perhatian utama karena risiko banjir. “Yang paling harus diwaspadai adalah wilayah yang berada di bantaran kali atau sungai,” jelas Isnawa saat dihubungi pada hari Rabu.

Isnawa merinci beberapa wilayah yang berpotensi terdampak, meliputi area di sekitar sungai-sungai besar seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Krukut, Rajawati, hingga Kali Mampang. Selain itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi penduduk di Pengadegan, Pejaten, Kebon Baru, Kuningan Barat, Cililitan, Jatinegara, Kembangan Utara, dan Rawa Buaya.

Tak hanya di bantaran sungai, potensi banjir juga mengintai dataran rendah dengan kontur tanah yang cekung seperti daerah Cipulir. Isnawa menambahkan, “Wilayah dengan drainase yang terbatas serta minimnya ruang terbuka hijau juga sangat rentan terhadap genangan air.”

Advertisements

Lebih lanjut, BPBD Jakarta juga memprediksi adanya potensi banjir rob di beberapa titik di Jakarta bagian utara. Area yang rawan meliputi Penjaringan, Kamal Muara, dan Ancol. Dalam menghadapi potensi bencana ini, BPBD menyatakan kesiapsiagaan penuh dengan senantiasa memantau kondisi sungai dan curah hujan secara intensif.

Sebagai bentuk kesiapan, Isnawa menyatakan, “Untuk pergantian malam tahun baru, kami menyiagakan sebanyak 267 petugas penanggulangan bencana.” BPBD juga berkomitmen untuk mengoptimalkan layanan kedaruratan melalui nomor 112 serta pemantauan real-time dari pusat kendali atau command center mereka.

Dalam laporan terbarunya, BPBD mencatat pada pukul 10.00 WIB telah terjadi genangan setinggi 15 cm di satu ruas Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok. Genangan ini disebabkan oleh fenomena banjir rob atau naiknya air laut ke daratan.

BPBD juga telah mengeluarkan peringatan potensi banjir rob di wilayah pesisir yang diproyeksikan berlangsung dari 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Menurut BPBD, fenomena ini dipicu oleh kombinasi pasangnya air laut secara maksimum yang berbarengan dengan fenomena bulan purnama dan perigee, yang secara signifikan dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut.

“BPBD Jakarta mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan maupun banjir,” tegas Isnawa.

Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD telah mengerahkan personel ke lapangan guna memonitor kondisi genangan di setiap titik rawan. Mereka juga menjalin koordinasi erat dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk segera melakukan penyedotan genangan serta memastikan seluruh tali-tali air atau saluran drainase berfungsi optimal.

Ringkasan

BPBD Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir saat malam Tahun Baru 2026 akibat hujan dengan intensitas beragam pada 31 Desember 2025. Wilayah yang paling diwaspadai meliputi bantaran sungai besar seperti Ciliwung, Pesanggrahan, serta dataran rendah dan daerah dengan drainase terbatas. Beberapa area spesifik yang disebut antara lain Pengadegan, Pejaten, Kebon Baru, hingga Kembangan Utara.

Selain itu, potensi banjir rob juga diprediksi melanda pesisir utara Jakarta, seperti Penjaringan dan Ancol, dari 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. BPBD Jakarta menyiagakan 267 petugas, memantau kondisi sungai dan curah hujan intensif, serta mengoptimalkan layanan kedaruratan 112. Mereka juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan genangan dan memastikan fungsi drainase optimal.

Advertisements