
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 2-5 Januari 2026. Prakirawan BMKG, M. Soleh Ismail, mengatakan bibit siklon tropis 90S (11.4°Lintang Selatan, 107.8°Bujur Timur) di Samudra Hindia selatan Banten memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.
Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda, Samudra Hindia Selatan Pulau Jawa, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Banda dan Laut Arafuru,” kata Soleh melalui keterangan tertulis, Jumat, 2 Januari 2025.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Karimata bagian selatan, Samudra Hindia barat Aceh, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Jawa bagian timur, Samudra Hindia selatan Yogyakarta, Samudra Hindia selatan NTB, dan Laut Sawu.
Gelombang serupa berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian tengah, Selat Makassar bagian tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian utara,dan Laut Arafuru bagian timur.
Sedangkan gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya. “Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” ujar Soleh.
Untuk itu, kata dia, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan agar menghindari kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, agar mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Untuk kapal ferry, Soleh meminta agar mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Pada kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, ia mengimbau untuk menghindari kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujarnya.
Pilihan Editor: Merespons Cuaca, Polisi Siagakan Alat Berat di Jalur Puncak
