Asal usul kehidupan: Lebih dulu mana DNA atau RNA di bumi?

Para ilmuwan baru-baru ini berhasil mengungkap petunjuk signifikan tentang bagaimana kehidupan pertama kali muncul di Bumi. Penemuan ini semakin memperkuat hipotesis lama yang dikenal sebagai “Dunia RNA”, sebuah teori yang menyatakan bahwa molekul RNA (Asam Ribo Nukleat) terbentuk lebih dahulu sebelum DNA, dan menjadi pemicu utama evolusi makhluk hidup di planet kita.

Advertisements

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Proceedings of the National Academy of Sciences pada 15 Desember 2025 ini menunjukkan bahwa tumbukan dahsyat pada masa awal Bumi mungkin telah membawa material pembentuk RNA ke permukaan planet. Lebih menarik lagi, di bawah kondisi tertentu, khususnya dengan kehadiran senyawa borat, blok-blok kimia esensial tersebut dapat bereaksi secara spontan dan membentuk RNA secara alami, membuka tabir misteri kelahiran kehidupan.

Dalam sistem biologis, molekul RNA memiliki peran yang sangat krusial, terutama dalam proses sintesis protein. Meskipun struktur RNA lebih sederhana dibandingkan DNA (Asam Dioksiribo Nukleat), ia memiliki kemampuan unik untuk membawa informasi genetik sekaligus memicu pembentukan molekul lain. Karena kesederhanaan dan kemampuan adaptasinya inilah, banyak peneliti meyakini bahwa RNA adalah pemain kunci dalam pembentukan sel hidup pertama, sekitar 4,3 miliar tahun yang lalu.

Meskipun hipotesis Dunia RNA telah dikembangkan sejak lama, tantangan terbesar para ilmuwan adalah membuktikan bagaimana proses kimiawi ini dapat berlangsung tanpa campur tangan manusia. Kemungkinan molekul kompleks seperti RNA terbentuk secara acak dianggap hampir mustahil. Oleh karena itu, penelitian berfokus untuk mencari jalur reaksi yang lebih masuk akal dan sesuai dengan kondisi geologis Bumi purba.

Advertisements

Terobosan penting datang dari tim biokimia yang dipimpin oleh Yuta Hirakawa dari Universitas Tohoku di Jepang. Mereka melakukan serangkaian eksperimen di laboratorium, mencampurkan ribosa, fosfat, dan empat nukleobasa penyusun RNA—adenin, guanin, sitosin, serta urasil—ke dalam media yang juga mengandung borat dan batuan basal. Campuran ini kemudian dipanaskan dan dikeringkan, sebuah proses yang dirancang cermat untuk meniru lingkungan alami di sekitar akuifer bawah tanah pada masa awal Bumi.

Hasil dari pendekatan eksperimental yang inovatif ini sungguh mengejutkan dan monumental. Untuk pertama kalinya, RNA berhasil terbentuk di laboratorium tanpa memerlukan intervensi langsung dari manusia untuk memicu reaksi pembentukannya. Ini adalah langkah maju yang luar biasa dalam memahami asal-usul kehidupan.

“Hasilnya, RNA berhasil terbentuk dalam campuran itu. Borat tidak menghambat reaksi sama sekali, bahkan membantu beberapa tahap dalam model DSM, seperti menstabilkan molekul ribosa yang biasanya mudah rusak dan memfasilitasi produksi fosfat,” demikian kutipan dari laporan penelitian tersebut, sebagaimana dilansir Space pada 5 Januari 2026. Penemuan ini menggarisbawahi peran penting borat sebagai katalisator alami.

Dukungan terhadap hipotesis Dunia RNA tidak hanya berasal dari eksperimen laboratorium, tetapi juga dari luar angkasa. Sampel material dari asteroid Bennu yang baru-baru ini dibawa ke Bumi oleh misi NASA OSIRIS-REx, terbukti mengandung ribosa. Penemuan ini melengkapi daftar semua blok penyusun RNA yang kini telah teridentifikasi dalam sampel asteroid, menunjukkan bahwa bahan-bahan dasar kehidupan mungkin tersebar luas di alam semesta.

Para peneliti berhipotesis bahwa tumbukan sebuah protoplanet besar—dengan perkiraan diameter sekitar 500 kilometer dan kaya akan bahan organik—mungkin telah menghantarkan komponen RNA ke Bumi dalam jumlah yang sangat masif. Peristiwa kosmik ini diperkirakan terjadi sekitar 200 juta tahun setelah kelahiran Bumi, jauh sebelum bukti kehidupan tertua yang ditemukan pada mineral zirkon berusia 4,1 miliar tahun.

Meskipun RNA itu sendiri belum bisa disebut sebagai kehidupan, keberhasilannya terbentuk dengan cepat di masa awal Bumi dapat menjadi “jalan pintas” menuju kemunculan organisme sederhana pertama. Lebih jauh lagi, karena tumbukan asteroid besar juga terjadi pada awal sejarah Mars dan borat telah terdeteksi di sana, skenario serupa tentang pembentukan molekul fundamental kehidupan ini mungkin saja pernah terjadi di Planet Merah.

Advertisements