Seskab Teddy: Presiden Prabowo ratas di Hambalang, bahas tekstil-hilirisasi

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari. Pertemuan penting ini dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam membahas agenda strategis nasional.

Advertisements

Informasi mengenai pertemuan tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet. Hadir dalam rapat terbatas Hambalang ini antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kehadiran para menteri terkait menegaskan cakupan pembahasan yang luas dan berdampak signifikan pada sektor ekonomi dan industri.

Menurut Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, salah satu arahan utama Presiden Prabowo dalam pertemuan itu adalah mengenai penguatan industri tekstil dan garmen nasional. “Bapak Presiden meminta untuk dilakukannya penguatan dalam industri tekstil/garmen, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain,” jelas Teddy. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor yang memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia.

Selain fokus pada industri garmen, pembahasan juga menyentuh penguatan sektor otomotif dan elektronik. Presiden Prabowo menekankan pentingnya investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Teddy menambahkan, “Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik.” Inisiatif ini menandai visi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan Indonesia pemain kunci dalam rantai pasok teknologi global.

Advertisements

Lebih lanjut, rapat juga menyoroti progres rencana proyek hilirisasi yang krusial bagi peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Dijelaskan bahwa akan ada groundbreaking enam titik baru proyek hilirisasi senilai USD6 miliar pada awal Februari 2026. Selain itu, pertemuan ini turut membahas rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan yang dijadwalkan pada Senin, 12 Januari 2026. Kedua agenda besar ini menunjukkan akselerasi pembangunan infrastruktur dan industri yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Advertisements