IHSG ditutup merah dan anjlok 19,55% ytd, ada crossing jumbo di BBCA, ADRO, SMMA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan pada perdagangan saham hari ini, Kamis (30/4), ditutup anjlok 2,03% ke level 6.956. Tekanan jual yang signifikan terlihat jelas, dengan hanya 133 saham yang berhasil menguat, sementara mayoritas 576 saham terkoreksi, dan 105 saham lainnya tidak bergerak dari posisinya. Kondisi ini menambah daftar panjang pelemahan IHSG, yang tercatat telah terperosok 5,72% selama seminggu terakhir dan bahkan merana hingga 19,55% secara year to date (ytd), mengindikasikan sentimen negatif yang mendalam di pasar modal.

Advertisements

Data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini mencatatkan nilai transaksi saham mencapai angka Rp 21,83 triliun. Total volume perdagangan saham juga sangat tinggi, yakni 48,19 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,66 juta kali. Meskipun terjadi tekanan jual yang masif, kapitalisasi pasar IHSG masih berada di level Rp 12.405 triliun, mencerminkan besarnya aset yang diperdagangkan.

Di tengah gejolak pasar, BEI juga melaporkan adanya transaksi crossing yang signifikan pada saham-saham berkapitalisasi jumbo. Salah satunya adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diperdagangkan pada harga Rp 5.900 dengan nilai mencapai Rp 1,97 triliun. Transaksi besar lainnya terlihat pada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di harga Rp 2.400 senilai Rp 270 miliar, serta PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) di Rp 10.239 dengan total nilai Rp 115,59 miliar. Transaksi crossing ini seringkali mengindikasikan perpindahan kepemilikan saham dalam jumlah besar antar investor institusional.

Pelemahan pasar pada hari ini bersifat menyeluruh, di mana kesebelas sektor yang terdaftar di BEI kompak berada di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin pelemahan dengan anjlok hingga 2,93%. Salah satu saham unggulan di sektor ini, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), ikut terkoreksi 2,09% dan ditutup pada harga Rp 2.810, menunjukkan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar pun tak luput dari tekanan jual.

Advertisements

Tidak hanya pasar saham domestik, bursa saham di kawasan Asia pun menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong terpantau turun 1,28% dan Nikkei Jepang terkoreksi 1,06%. Namun, ada juga yang mampu bertahan di zona hijau, seperti Shanghai Composite Tiongkok yang naik 0,11% dan Straits Times Singapura yang menguat 0,93%, memberikan gambaran bahwa dinamika pasar regional cukup beragam.

Berikut adalah daftar saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) pada perdagangan hari ini:

  • PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik 16,48% ke Rp 212
  • PT Indospring Tbk (INDS) naik 15,79% ke Rp 440
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,35% ke Rp 240

Sementara itu, saham-saham berikut mengalami penurunan terdalam (top losers):

  • PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) turun 6,10% ke Rp 1.615
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 8,90% ke Rp 870
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 3,87% ke Rp 149

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,03% ke level 6.956 pada perdagangan Kamis (30/4), menambah daftar pelemahan menjadi 19,55% secara year to date. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang signifikan di pasar, di mana 576 saham terkoreksi, sementara nilai transaksi mencapai Rp 21,83 triliun. Sentimen negatif yang mendalam terlihat jelas, dengan hanya sebagian kecil saham yang berhasil menguat.

Di tengah gejolak pasar, terjadi transaksi crossing jumbo pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1,97 triliun, serta di saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), mengindikasikan perpindahan kepemilikan saham dalam jumlah besar. Pelemahan pasar bersifat menyeluruh, dengan kesebelas sektor di BEI kompak berada di zona merah, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang anjlok 2,93%.

Advertisements