Genjot eksplorasi dan efisiensi, NICL targetkan jual 2,6 juta ton nikel pada 2026

Solderpanas JAKARTA. PT PAM Mineral Tbk (NICL) menargetkan volume produksi dan penjualan nikel mencapai 2,6 juta ton di sepanjang 2026. Target itu bakal ditopang oleh eksplorasi dan efisiensi. 

Advertisements

Direktur Utama PAM Mineral Ruddy Tjanaka menjelaskan NICL akan melanjutkan kegiatan eksplorasi melalui pengeboran untuk mengembangkan sumber daya dan menambah cadangan.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjamin kesinambungan operasi serta peningkatan nilai ekonomi sumber daya yang dimiliki,” jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Senin (4/5/2026). 

RMK Energy (RMKE) Tuntaskan Buyback Saham Tanpa RUPS

Advertisements

Saat ini, NICL mengoperasikan dua tambang utama, yakni di wilayah konsesi PAM Mineral dengan cadangan sekitar 8,25 juta ton serta tambang milik entitas anak PT Indrabakti Mustika (IBM) dengan cadangan mencapai 91,82 juta ton.

Izin Usaha Pertambangan (IUP) PAM Mineral berlokasi di Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara itu, tambang IBM berada di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Pada 2025, NICL mencatatkan volume produksi dan penjualan sebesar 2,56 juta wet metric ton (WMT). Dus, NICL meraup pendapatan Rp 1,47 triliun atau naik 2,12% secara tahunan. 

Sejalan dengan itu, laba bersih NICL melonjak 8,27% secara tahunan menjadi Rp 345,14 miliar pada 2025. Ruddy bilang kinerja di 2025 mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta penguatan tata kelola NICL.

“Untuk 2026, kami menargetkan tingkat produksi dan penjualan mencapai 2,60 juta WMT. Kadar bijih nikel yang diproduksi berada di kisaran 1,3% hingga 1,65% Ni,” kata Ruddy. 

IHSG Menguat 0,22% ke 6.971 pada Senin (5/4/2026), AMRT, MAPI, JPFA Top Gainers LQ45

Dalam jangka panjang, kata Ruddy, NICL juga menyiapkan eksplorasi berkelanjutan hingga 2035 sambil mengembangkan sistem digital terintegrasi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi di seluruh lini bisnis.

Advertisements