Solderpanas JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada awal perdagangan Mei 2026, membalikkan tren negatif yang mengakhiri bulan April. Pergerakan ini mengindikasikan sentimen pasar yang mulai membaik, meskipun penguatan yang tercipta masih terbilang terbatas.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah melalui RTI, IHSG berhasil ditutup menguat tipis sebesar 0,21% atau setara dengan 15,14 poin. Ini membawa indeks parkir di level 6.971,95 pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026). Sepanjang hari itu, indeks konsisten bergerak di zona hijau, dengan mencapai level terendah 6.946 dan sempat menyentuh puncaknya di 7.069.
Aktivitas perdagangan pada hari itu juga terbilang cukup ramai dan dinamis. Tercatat total volume transaksi saham mencapai angka fantastis 60,31 miliar saham, dengan total nilai transaksi yang mengalir sebesar Rp 21,17 triliun.
Meski IHSG secara keseluruhan menunjukkan penguatan, dinamika pergerakan saham di dalamnya masih menunjukkan variasi yang signifikan. Sebanyak 327 saham berhasil menguat dan menjadi penopang utama indeks, sementara 357 saham justru melemah, dan 134 saham lainnya terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Di tengah pemulihan indeks ini, investor asing tercatat masih aktif membukukan aksi beli bersih atau net buy yang cukup signifikan, mencapai Rp 1,92 triliun. Ini menjadi sinyal positif yang menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pasar modal Indonesia, terutama setelah indeks sempat tertekan di akhir April.
Namun demikian, di balik aksi beli bersih yang masif, investor asing juga terlihat banyak melakukan penjualan pada beberapa saham pilihan di awal bulan Mei 2026. Penjualan ini, yang terjadi meskipun IHSG sedang dalam tren naik, menjadi sorotan tersendiri bagi pelaku pasar yang ingin memahami lebih dalam sentimen investasi dan rotasi portofolio.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net sell terbesar oleh investor asing pada perdagangan Senin:
1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 345,09 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 148,39 miliar
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 66,55 miliar
4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 53,21 miliar
5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 40,08 miliar
6. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CRMY) Rp 39,7 miliar
7. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 33,94 miliar
8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 33,6 miliar
9. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 23,63 miliar
10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 20,74 miliar
BMRI Chart by TradingView
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,21% atau 15,14 poin menjadi 6.971,95 pada awal perdagangan Mei 2026, membalikkan tren negatif akhir April. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp 21,17 triliun. Meskipun 357 saham melemah, investor asing mencatat beli bersih (net buy) signifikan sebesar Rp 1,92 triliun secara keseluruhan.
Namun, di balik aksi beli bersih tersebut, investor asing juga terlihat aktif menjual beberapa saham pilihan. Penjualan bersih terbesar dilakukan pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 345,09 miliar. Diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan penjualan bersih Rp 148,39 miliar, serta saham lainnya seperti BRMS dan ASII.
