Pemerintah Resmi Masuk GOTO Lewat Danantara, Berapa Porsi Sahamnya?

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mengonfirmasi bahwa pemerintah, melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia, resmi menjadi salah satu pemegang sahamnya. Kendati demikian, porsi kepemilikan saham Danantara saat ini masih tergolong belum signifikan.

Advertisements

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia, R.A. Koesoemohadiani, menjelaskan bahwa pihak GOTO memahami Danantara telah mengakuisisi saham GOTO melalui bursa efek dengan presentase kurang dari 1% dari total saham yang beredar.

“Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang Perseroan,” tegas Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/5). Pernyataan ini menunjukkan optimisme manajemen GOTO terhadap langkah strategis pemerintah.

Menurut Koesoemohadiani, investasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Danantara ini merupakan dorongan positif bagi GOTO untuk terus mengimplementasikan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perusahaan senantiasa menjaga prinsip profesionalisme dan berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik demi keberlanjutan bisnis.

Advertisements

Selain kabar investasi, manajemen GOTO juga memberikan respons terhadap disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Perpres ini, secara signifikan, mengatur pembatasan potongan komisi oleh aplikator ojek online (ojol) menjadi maksimal 8%, menurun drastis dari sebelumnya yang berkisar hingga 20%.

Koesoemohadiani menyatakan bahwa perusahaan akan selalu patuh terhadap peraturan yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia menambahkan bahwa hingga saat ini, GOTO belum menerima salinan resmi Peraturan Presiden tersebut. Oleh karena itu, perusahaan masih menanti informasi lengkap mengenai ketentuan yang diatur dalam beleid tersebut sebelum melakukan kajian lebih lanjut dan penyesuaian operasional.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen GOTO untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku serta mengikuti arahan pemerintah. Perseroan juga akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya guna memastikan Grup tetap memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas, khususnya bagi mitra pengemudi dan pelanggan setia layanan Gojek.

Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, sempat menyatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan aplikator tersebut secara bertahap. Meskipun demikian, Rosan belum mengungkapkan secara rinci besaran kepemilikan saham Danantara di GoTo saat ini, begitu pula dengan target persentase kepemilikan di masa mendatang.

“Kita sudah masuk terus akan kita tingkatkan secara bertahap,” kata Rosan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5), mengindikasikan strategi jangka panjang pemerintah dalam investasi ini.

Merujuk pada keterbukaan informasi yang telah disampaikan kepada BEI, nama Danantara memang belum tercatat dalam daftar pemegang saham GOTO di atas 1%. Hal ini sejalan dengan ketentuan perusahaan yang mewajibkan publikasi entitas pemegang saham yang menguasai porsi saham perusahaan terbuka di atas 1%.

Sebagai informasi tambahan, tiga entitas pemegang saham mayoritas GOTO saat ini adalah SVF GT Subco (Singapore) PTE.LTD.IB dengan kepemilikan 7,65%, diikuti oleh Taobao China Holding Limited dengan kepemilikan 7,43%. Sementara itu, PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk sendiri mengenggam 3,14% dari total saham perseroan.

Ringkasan

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), kini resmi menjadi pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), meskipun kepemilikan sahamnya saat ini masih kurang dari 1%. GOTO menyambut baik investasi ini sebagai cerminan kepercayaan terhadap fundamental usaha dan prospek jangka panjang perseroan. Danantara sendiri berencana untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya secara bertahap di masa mendatang.

Manajemen GOTO juga menanggapi pengesahan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan komisi aplikator ojek online maksimal 8%. Perusahaan menegaskan akan selalu patuh pada peraturan yang berlaku, namun masih menunggu salinan resmi Perpres tersebut untuk melakukan kajian lebih lanjut dan penyesuaian operasional.

Advertisements