Pasar Anjlok 20%, Lo Kheng Hong Justru Borong Saham Ini

Solderpanas Jakarta. Semester pertama tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan yang mendera Bursa Efek Indonesia (BEI), investor kawakan Lo Kheng Hong justru mengambil langkah berani dengan secara signifikan memperbesar porsi investasi sahamnya. Keputusan strategis ini menyoroti keyakinannya terhadap prospek pasar, meskipun sentimen negatif masih menyelimuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Advertisements

Kondisi pasar yang memburuk tercermin jelas dari kinerja IHSG. Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, IHSG anjlok 204,92 poin atau 2,86%, bertengger di level 6.969,40. Lebih jauh lagi, sejak awal tahun 2026, IHSG telah kehilangan 1.778,73 poin atau setara dengan 20,33% dari nilainya. Angka-angka ini menggarisbawahi betapa beratnya tekanan jual yang dihadapi pasar modal.

Di tengah pelemahan pasar, sorotan tertuju pada portofolio Lo Kheng Hong, khususnya pada saham GJTL. Melalui Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Gajah Tunggal Tbk yang disampaikan via Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom, terungkap bahwa kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham produsen ban ini mengalami peningkatan yang substansial pada April 2026.

Detail peningkatan menunjukkan bahwa pada akhir Maret 2026, Lo Kheng Hong telah memegang 218.032.800 unit saham atau setara 6,257% dari total kepemilikan di GJTL. Angka ini sendiri sudah merupakan peningkatan sebesar 8.134.300 saham dibandingkan periode sebelumnya, menandakan akumulasi yang telah berlangsung.

Advertisements

Konsistensi Lo Kheng Hong berlanjut hingga akhir April 2026, dengan tambahan 14.760.100 unit saham lagi. Akumulasi tersebut membuat total kepemilikannya membengkak menjadi 232.792.900 saham, yang secara proporsional meningkatkan porsinya menjadi 6,68% dari keseluruhan kepemilikan di PT Gajah Tunggal Tbk.

Menariknya, di tengah sentimen negatif pasar, kinerja saham GJTL sendiri menunjukkan ketahanan. Meskipun pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, harga saham GJTL ditutup melemah 10 poin atau 0,84% ke level 1.185, secara akumulatif sejak awal tahun 2026, saham pabrik ban kendaraan bermotor ini justru berhasil menguat 125 poin atau 11,79%. Kinerja yang kontras ini seolah membenarkan langkah akumulasi Lo Kheng Hong.

Konsistensi Lo Kheng Hong dalam memborong saham GJTL bukan tanpa alasan. Ini adalah sinyal kuat dari keyakinannya yang mendalam terhadap prospek bisnis PT Gajah Tunggal Tbk di masa depan. Akumulasi saham ini tidak hanya memperkuat posisinya, tetapi juga menjadikannya salah satu pemegang saham publik utama yang berpengaruh di emiten produsen ban tersebut, mencerminkan kepercayaan besar pada nilai intrinsik perusahaan.

Meski demikian, posisi Lo Kheng Hong masih berada di bawah para pemegang saham mayoritas. Berdasarkan daftar pemegang saham per akhir April 2026, kepemilikan terbesar GJTL masih dipegang oleh Denham Pte Ltd dengan 1,72 miliar saham atau sekitar 49,5%. Disusul oleh Compagnie Financiere yang memiliki 348,48 juta saham, setara dengan 10% dari total kepemilikan.

Dampak dari akumulasi saham oleh Lo Kheng Hong ini juga terlihat dari perubahan struktur kepemilikan. Seiring bertambahnya porsi sang investor, kepemilikan publik non-warkat di GJTL sedikit menyusut, dari 33,77% pada Maret 2026 menjadi 33,347% pada April 2026. Pergeseran ini menunjukkan bagaimana aksi individu investor besar dapat memengaruhi distribusi kepemilikan di pasar.

Konsistensi dan strategi investasi Lo Kheng Hong memang selalu menjadi magnet bagi perhatian pelaku pasar. Dikenal sebagai penganut setia strategi value investing, ia memiliki reputasi dalam memilih sahamsaham berfundamental kuat yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Pendekatan ini berfokus pada valuasi yang murah dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang menarik, sebuah filosofi yang kembali ia tunjukkan melalui langkah akumulasi saham GJTL ini.


Ringkasan

Pada semester pertama 2026, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan signifikan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 20% sejak awal tahun. Di tengah kondisi ini, investor kawakan Lo Kheng Hong justru mengambil langkah berani dengan memperbesar porsi investasi sahamnya secara substansial. Keputusan ini menyoroti keyakinannya terhadap prospek pasar meskipun sentimen negatif mendominasi.

Fokus investasinya adalah pada saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), di mana kepemilikannya meningkat dari 6,257% pada Maret 2026 menjadi 6,68% pada akhir April 2026, mencapai 232.792.900 saham. Langkah akumulasi ini mencerminkan kepercayaan Lo Kheng Hong pada nilai intrinsik perusahaan. Menariknya, saham GJTL justru menguat 11,79% secara akumulatif sejak awal tahun, menunjukkan ketahanan di tengah pelemahan pasar.

Advertisements