BI Perluas Parkir Non-Tunai di Balikpapan, Pasar Jadi Target Utama

BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) Balikpapan secara konsisten menggalakkan implementasi sistem parkir non tunai di berbagai lokasi strategis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Setelah sukses diterapkan di kawasan Balikpapan Permai (BP), metode pembayaran digital ini direncanakan akan diperluas ke sejumlah titik lain, dengan prioritas utama di area kawasan pasar.

Advertisements

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyoroti bahwa penerapan parkir non tunai secara signifikan meningkatkan efisiensi pengelolaan parkir. Dengan visi ke depan, BI Balikpapan menargetkan setidaknya lima titik parkir baru akan mengadopsi sistem pembayaran non tunai pada tahun 2026. Pemilihan kawasan pasar sebagai fokus ekspansi didasarkan pada tingkat aktivitas parkir yang relatif tinggi, menjadikannya lokasi ideal untuk optimalisasi sistem ini.

Meskipun memiliki target ambisius, saat ini BI Balikpapan masih memusatkan perhatian pada penyelesaian implementasi sistem di kawasan Balikpapan Permai. Setelah infrastruktur di BP rampung dan berjalan optimal, barulah model ini akan direplikasi ke lokasi-lokasi lain. “Kami berharap, untuk lahan parkir yang ada di kota, akan ada minimal lima titik, terutama di pasar-pasar. Setelah BP selesai, kami akan mereplikasi di tempat-tempat lainnya,” ungkap Robi Ariadi kepada TribunKaltim.co pada Rabu (13/5/2026), menegaskan komitmen BI Balikpapan.

Namun demikian, implementasi parkir digital di kawasan pasar bukan tanpa hambatan. Robi Ariadi menjelaskan, pihaknya masih menghadapi beberapa tantangan signifikan, terutama terkait dengan kesiapan para pengguna dan integrasi sistem perbankan. Selain itu, upaya edukasi yang berkelanjutan kepada para pedagang dan masyarakat umum menjadi krusial, mengingat masih banyak pengguna yang belum sepenuhnya terbiasa dengan metode transaksi digital.

Advertisements

Meski dihadapkan pada berbagai rintangan, Robi Ariadi tetap optimis bahwa penggunaan transaksi non tunai di Balikpapan akan terus berkembang pesat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan masyarakat sehari-hari, termasuk untuk pembayaran parkir. “Edukasi sangat diperlukan, karena ternyata para pedagang yang sudah terdaftar pun masih membutuhkan bimbingan karena mereka belum terbiasa,” tutupnya, menekankan pentingnya pendampingan dalam transisi menuju era digital ini.

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) Balikpapan gencar mengimplementasikan sistem parkir non-tunai di kota tersebut, diawali kesuksesan di Balikpapan Permai (BP). Fokus ekspansi berikutnya adalah kawasan pasar, menargetkan setidaknya lima titik parkir baru akan mengadopsi sistem ini pada tahun 2026. Kepala BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut sistem ini meningkatkan efisiensi pengelolaan parkir.

Implementasi di kawasan pasar menghadapi tantangan berupa kesiapan pengguna dan integrasi sistem perbankan. Edukasi berkelanjutan kepada pedagang dan masyarakat umum juga dianggap krusial, mengingat banyak yang belum terbiasa dengan transaksi digital. Robi Ariadi tetap optimis penggunaan transaksi non-tunai, termasuk untuk pembayaran parkir, akan terus berkembang pesat di Balikpapan.

Advertisements