Stok Beras Bulog Capai 5,36 Juta Ton, Kapasitas Simpan Aman

DIREKTUR Utama Perusahaan Umum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok beras yang dikelola mencapai 5,36 juta ton, dengan dukungan kapasitas penyimpanan sekitar 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.

Advertisements

“Saat ini stok beras yang kami kelola sekitar 5,36 juta ton, stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas penyimpanan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026, seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan kapasitas penyimpanan tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional, sehingga BUMN sektor pangan itu dapat semakin optimal dalam menjalankan penugasan pemerintah.

“Khususnya dalam pengelolaan cadangan beras pemerintah dan stabilisasi pangan,” ujarnya.

Advertisements

Dari sisi pengadaan, Rizal menyebutkan, Bulog telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton sepanjang 2025. Capaian itu menunjukkan peran aktif perusahaan dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.

“Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, kami tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen,” tutur Rizal.

Rizal menambahkan Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

“Untuk memperkuat peran tersebut, Bulog pada tahun ini juga akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik,” jelasnya.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Ia menambahkan Bulog terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan melalui edukasi dan dialog bersama generasi muda. Salah satunya, Bulog kembali mengajak perwakilan mahasiswa se-Bandung dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” yang digelar di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat.

Rizal menuturkan kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat bagaimana pemerintah, melalui Bulog mengelola cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai bagian penting dari sistem ketahanan pangan nasional.

“Melalui kunjungan langsung ke gudang, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, kualitas beras, hingga peran infrastruktur pangan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Rizal.

Lebih lanjut dia mengatakan penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat.

“Di titik inilah Bulog menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,” ucap Rizal.

Pilihan Editor: Mengapa Bulog Meminta Tambahan Kuota Distribusi Minyakita

Advertisements