Pasar Anjlok 20%, Lo Kheng Hong Justru Borong Saham Ini

Solderpanas – Jakarta. Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertekan pada semester pertama tahun 2026 ini. Meski demikian, investor kawakan Lo Kheng Hong tetap memperbesar investasi saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat 8 Mei 2026 ditutup di level 6.969,40, turun 204,92 poin atau 2,86% secara harian. Sejak awal tahun 2026, IHSG terkuras 1.778,73 poin atau 20,33%. Sementara itu, merujuk Laporan Bulanan Registrasi…

4 saham AI underrated yang melejit di 2026, layak dibeli?

Ledakan teknologi Artificial Intelligence dalam beberapa tahun terakhir memang didominasi oleh raksasa seperti Nvidia, Microsoft, Alphabet, Meta, dan Apple. Perusahaan-perusahaan ini menjadi motor utama perkembangan AI global, baik dari sisi inovasi maupun investasi besar-besaran. Namun, bukan berarti hanya pemain besar yang menikmati dampaknya. Di…

BI Balikpapan Gelar PESAN 2026, Perkuat Ekonomi Syariah di Kaltim

Balikpapan siap jadi pusat ekonomi syariah di Timur Kalimantan dengan menggelar PESAN 2026, menampilkan UMKM halal, workshop, dan kompetisi kreatif.

KB Bank Dukung Program PINISI BI untuk Pacu Pembiayaan Sektor Riil

KB Bank menilai program PINISI BI dapat meningkatkan pembiayaan sektor riil dengan memperkuat intermediasi perbankan, kurasi proyek, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Saham Big Banks Kompak Menguat Sepekan, Ini Pendorong dan Rekomendasi Sahamnya

Solderpanas – JAKARTA. Meski secara harian saham-saham perbankan masih mencatatkan koreksi, kinerjanya dalam sepekan terakhir tetap menunjukkan penguatan. Saham bank-bank berkapitalisasi besar atau big banks bahkan mampu mengungguli pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (8/5/2026), IHSG ditutup di level 6.968,4 atau melemah 2,86% dalam sehari. Meski demikian, secara mingguan indeks masih…

Yield SBN Masih Tinggi, Saatnya Investor Pemula Mulai Masuk?

Solderpanas – JAKARTA. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mulai menunjukkan tren penurunan ke level 6,7% setelah sempat mendekati 7% pada periode Maret-April 2026. Meski demikian, level tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan posisi awal tahun 2026 yang berada di kisaran 6,0%. Kondisi yield yang relatif tinggi dinilai membawa dampak berbeda bagi investor obligasi. Di satu sisi, kenaikan yield menekan harga obligasi yang sudah…