IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.252, Investor Respons Pernyataan Trump Selat Hormuz

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat secara signifikan pada pembukaan perdagangan Senin (25/5), dengan target level antara 6.252 hingga 6.347. Penguatan ini melanjutkan performa positif pada Jumat (21/5) sebelumnya, di mana IHSG berhasil ditutup naik 67,1 poin atau setara 1,11 persen, mencapai posisi 6.162,045.

Advertisements

Menurut analisis teknikal Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, IHSG kini berada dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI. Nafan juga menyoroti keberhasilan IHSG dalam menguji target “wave 5 / A alt.” serta pembentukan pola bullish pin bar, yang mengindikasikan sinyal penguatan potensial di pasar modal.

Lebih lanjut, Nafan menjelaskan bahwa sentimen positif di pasar global juga turut memicu kenaikan ini. Para pelaku pasar mulai merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan damai dengan Iran. Kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz ini, disebut Nafan, sebagian besar telah selesai dinegosiasikan dan akan segera diumumkan.

Apabila kesepakatan tersebut benar-benar terealisasi, langkah ini diyakini berpotensi mengakhiri konflik yang selama berbulan-bulan terakhir mengganggu pasar energi global. Situasi ini juga diharapkan dapat meredakan tekanan inflasi di AS yang sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, memberikan dampak positif terhadap sentimen investasi.

Advertisements

Di tengah optimisme prediksi IHSG, nilai tukar rupiah justru terpantau masih berada di level yang cukup rentan. Pada periode yang sama, rupiah melemah 0,28 persen, mencapai Rp 17.717 per USD, meskipun Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps).

Nafan menambahkan, para investor cenderung wait and see, mengamati efektivitas intervensi BI dalam menstabilkan kurs rupiah. Untuk Senin (25/5), Mirae Asset Sekuritas memberikan daftar rekomendasi saham pilihan, antara lain AKRA, BBTN, dan INCO.

Berbeda pandangan dengan Mirae Asset, MNC Sekuritas justru memproyeksikan IHSG akan melemah pada Senin (25/5). Menurut analisis mereka, IHSG diprediksi bergerak menuju level 5.899. “Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” demikian pernyataan MNC Sekuritas.

Sejalan dengan analisis tersebut, MNC Sekuritas juga memberikan daftar rekomendasi saham untuk perdagangan Senin (25/5). Saham-saham yang masuk dalam daftar tersebut meliputi ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat secara signifikan pada Senin (25/5) dengan target antara 6.252 hingga 6.347, melanjutkan performa positif sebelumnya. Penguatan ini didukung analisis teknikal kondisi extremely oversold dan pembentukan pola bullish pin bar. Sentimen positif juga berasal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan damai dengan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, berpotensi mengakhiri konflik pasar energi global dan meredakan inflasi AS.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru terpantau melemah ke Rp 17.717 per USD, meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan. Berbeda dengan proyeksi penguatan, MNC Sekuritas memprediksi IHSG akan melemah menuju level 5.899 pada Senin (25/5). Mirae Asset Sekuritas dan MNC Sekuritas sama-sama memberikan daftar rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan tersebut.

Advertisements