6 minutes read

Bongkar Tuntas Kapasitor : Fungsi, Jenis, Cara Baca Kode dan Tes Kerusakan

Kapasitor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik secara cepat. Fungsinya sangat beragam, mulai dari sebagai filter di power supply, kopling sinyal audio, hingga timer. Jenisnya pun bermacam-macam, yang paling umum adalah Elco (Elektrolit) dan Kapasitor Keramik.

Sobat solder , kalau kita bongkar perangkat elektronik apapun—mulai dari charger HP, radio butut, sampai power amplifier—pasti kita akan menemukan komponen kecil berbentuk tabung atau cakram yang namanya kapasitor. Komponen ini mungkin terlihat sepele, tapi tanpa dia, hampir semua perangkat elektronik modern tidak akan bisa bekerja. Dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa di dunia sirkuit.

Tapi apa sih sebenarnya kapasitor itu? Kenapa bentuk dan warnanya macam-macam? Dan yang paling penting, bagaimana cara kita tahu nilainya dan kondisinya? Tenang, dalam artikel ini kita akan “kuliah” singkat tapi padat tentang segala hal yang perlu Anda tahu soal kapasitor, disajikan dengan bahasa yang gampang dimengerti.

Apa Itu Kapasitor dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara paling gampang membayangkan kapasitor adalah sebagai ember air super cepat. Dia bisa diisi air (muatan listrik) sampai penuh, lalu seluruh isinya bisa ditumpahkan dalam sekejap. Kemampuannya menyimpan muatan ini disebut kapasitansi, dan satuannya adalah Farad (F).

Secara struktur, kapasitor terdiri dari dua lempengan konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolator yang disebut dielektrik. Saat diberi tegangan, elektron akan menumpuk di salah satu lempengan, menciptakan medan listrik di antara keduanya. Energi inilah yang disimpan oleh kapasitor.

Fakta Unik: Satu Farad itu satuan yang luar biasa besar. Kapasitor 1 Farad bisa sebesar kaleng minuman. Makanya, dalam praktek sehari-hari kita akan selalu berurusan dengan satuan yang jauh lebih kecil: mikroFarad (µF), nanoFarad (nF), dan pikoFarad (pF).

Jenis-Jenis Kapasitor yang Wajib Dikenal

Beda fungsi, beda pula jenis kapasitor yang digunakan. Masing-masing punya karakter, kelebihan, dan kekurangannya sendiri.

1. Kapasitor Elektrolit (Elco)

Kapasitor Elektrolit (Elco)

Ini adalah jenis yang paling mudah dikenali, bentuknya seperti tabung dan punya dua kaki yang panjang sebelah. Elco adalah “raksasa” di dunia kapasitor karena punya nilai kapasitansi yang sangat besar dalam ukuran fisik yang kecil. Ciri utamanya:

  • Berpolaritas: Punya kutub positif (+) dan negatif (-). Kaki negatif biasanya ditandai dengan garis di badannya. Pemasangannya tidak boleh terbalik, bisa meledak!
  • Kapasitansi Tinggi: Nilainya mulai dari 1µF hingga ribuan µF.
  • Fungsi Utama: Paling sering digunakan sebagai filter atau perata tegangan di rangkaian power supply.
  • Kelemahan: Rentan kering atau melembung jika sudah tua atau kepanasan.

2. Kapasitor Keramik (Ceramic Capacitor)

Kapasitor Keramik (Ceramic Capacitor)

Bentuknya seperti cakram kecil berwarna coklat atau biru. Kapasitor ini adalah “atlet lari cepat” yang andal di frekuensi tinggi.

  • Non-polar: Pemasangannya boleh bolak-balik.
  • Kapasitansi Kecil: Nilainya biasanya dalam orde pF atau nF.
  • Fungsi Utama: Sebagai bypass untuk membuang noise frekuensi tinggi, kopling sinyal, dan digunakan di rangkaian osilator.

3. Kapasitor Film (Mylar, MKM, MKP)

Kapasitor Film (Mylar, MKM, MKP)

Bentuknya kotak, biasanya berwarna hijau, merah, atau kuning. Kapasitor ini sangat disukai oleh para pecinta audio karena karakternya yang stabil dan presisi.

  • Non-polar: Boleh dipasang terbalik.
  • Kualitas Tinggi: Punya toleransi nilai yang kecil dan distorsi yang rendah.
  • Fungsi Utama: Sering dipakai di rangkaian audio sebagai filter crossover atau kopling antar tingkat amplifier untuk menjaga kejernihan suara.

4. Kapasitor Tantalum

Kapasitor tantalum

Ini adalah versi “premium” dari Elco. Bentuknya seperti tetesan air kecil, biasanya berwarna kuning atau oranye. Dia menawarkan kapasitansi besar dalam ukuran yang sangat mungil.

  • Berpolaritas: Punya kutub positif dan negatif, ditandai dengan garis atau tanda (+).
  • Stabil dan Awet: Performanya lebih baik dan umurnya lebih panjang dari Elco biasa.
  • Kelemahan: Sangat tidak toleran terhadap tegangan kejut atau pemasangan terbalik, bisa langsung rusak.

Membaca Kode Angka Kapasitor: Gampang Kok!

Untuk Elco, nilainya tertulis jelas di badannya (misal: 1000µF 25V). Tapi untuk kapasitor keramik atau milar, kita perlu jadi detektif. Mereka menggunakan sistem kode tiga angka.

Rumusnya: (Angka pertama)(Angka kedua) x 10^(Angka ketiga) dalam satuan pikoFarad (pF).

Contoh paling umum:

  • Kode 104: Artinya 10 diikuti 4 angka nol = 100.000 pF.
  • Konversi: 100.000 pF = 100 nF = 0.1 µF.

Contoh lain:

  • Kode 223: Artinya 22 diikuti 3 angka nol = 22.000 pF = 22 nF.
  • Kode 102: Artinya 10 diikuti 2 angka nol = 1.000 pF = 1 nF.

Setelah angka biasanya ada huruf yang menandakan toleransi, misalnya J (±5%) atau K (±10%).

Cara Mengetes Kapasitor: Masih Sehat atau Sudah Pensiun?

Kapasitor adalah salah satu komponen yang paling sering rusak. Berikut cara memeriksanya.

  1. Lihat Fisiknya: Ini langkah pertama. Untuk Elco, perhatikan bagian atasnya. Jika terlihat menggembung (hamil) atau ada cairan bocor di kakinya, sudah pasti rusak.
  2. Gunakan Multimeter Analog:
    • Atur saklar ke mode Ohm (Ω) di posisi x1k atau x100.
    • Tempelkan probe hitam ke kaki negatif Elco dan probe merah ke kaki positif.
    • Kondisi Baik: Jarum akan bergerak cepat ke kanan (mengisi) lalu perlahan kembali ke kiri (habis).
    • Kondisi Short/Korslet: Jarum bergerak ke kanan dan tidak mau kembali.
    • Kondisi Kering/Putus: Jarum tidak bergerak sama sekali.
  3. Gunakan Multimeter Digital: Jika multimeter Anda punya mode ukur kapasitansi (F), ini cara paling akurat. Lepas kapasitor dari rangkaian, lalu ukur. Bandingkan hasilnya dengan nilai yang tertera di bodi.

Waspada ESR! Khusus untuk Elco di rangkaian power supply, kadang nilainya masih terlihat normal tapi TV atau power amplifier tetap bermasalah. Ini bisa disebabkan oleh ESR (Equivalent Series Resistance) yang sudah tinggi. Untuk mengukurnya, perlu alat khusus bernama ESR Meter.

FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Kapasitor

1. Kenapa Elco di power supply saya sering melembung?

Penyebab paling umum adalah kualitas Elco yang kurang baik, suhu di dalam perangkat yang terlalu panas, atau tegangan kerja yang diterima melebihi batas voltase yang tertera di bodinya (misal, Elco 25V diberi tegangan 30V).

2. Bolehkah saya mengganti kapasitor dengan nilai voltase yang lebih tinggi?

Boleh, dan itu sangat dianjurkan! Misalnya, mengganti Elco 1000µF 16V dengan 1000µF 25V. Ini akan membuatnya lebih awet. Yang tidak boleh adalah mengganti dengan voltase yang lebih rendah.

3. Apa fungsi kapasitor kecil (100nF) yang dipasang dekat IC?

Itu adalah kapasitor bypass. Fungsinya untuk menyaring “sampah” atau noise frekuensi tinggi dari jalur catu daya sebelum masuk ke IC. Tanpa kapasitor ini, IC bisa bekerja tidak stabil atau error.