
Solderpanas – JAKARTA — PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA), sebagai salah satu emiten properti terkemuka di Indonesia, mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp9,70 per saham. Keputusan penting ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2026. Selain persetujuan dividen, rapat tersebut juga mengesahkan perombakan susunan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan untuk periode jabatan 2026–2031.
Dalam agenda RUPST, para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Sekitar 18% dari total laba bersih perseroan akan dialokasikan sebagai dividen, yang akan dibagikan kepada lebih dari 7,6 miliar pemegang saham MTLA. Langkah ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para investornya. Selain itu, MTLA juga menyisihkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar, sementara sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha di masa mendatang.
Anhar Sudradjat, Presiden Direktur MTLA, menyatakan bahwa perseroan berhasil menjaga fundamental usaha yang sehat di tengah dinamika industri properti sepanjang tahun 2025. Kinerja keuangan PT Metropolitan Land Tbk. pada tahun buku tersebut menunjukkan pendapatan usaha yang solid sebesar Rp1,78 triliun, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudradjat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5/2026). Pernyataan ini menegaskan strategi adaptif dan prudent perseroan dalam menghadapi fluktuasi pasar sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan berulang.
Selain agenda dividen, RUPST juga menghasilkan perubahan signifikan dalam jajaran kepemimpinan perseroan. Lanny Bambang resmi ditunjuk sebagai Komisaris Independen, menggantikan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun. Di sisi lain, Santoso telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan, yang juga disetujui dalam rapat tersebut. Perubahan ini diharapkan membawa perspektif dan energi baru dalam tata kelola perusahaan.
Selain persetujuan dividen dan perubahan komposisi organ perseroan, rapat juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025. Selanjutnya, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku 2025.
Berikut adalah susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris PT Metropolitan Land Tbk. untuk periode jabatan 2026–2031:
Direksi MTLA
- Presiden Direktur: Anhar Sudradjat
- Direktur: Olivia Surodjo
- Direktur: Wahyu Sulistio
- Direktur: Andi Surya Kurnia
Dewan Komisaris MTLA
- Presiden Komisaris: Junita Ciputra
- Komisaris: Iwan Putra Brasali
- Komisaris: Nanda Widya
- Komisaris Independen: Thomas Johannes Angfendy
- Komisaris Independen: Lanny Bambang
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp9,70 per saham, yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Mei 2026. Sekitar 18% dari laba bersih tahun buku 2025 dialokasikan untuk dividen ini. Untuk tahun 2025, MTLA mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dan laba bersih Rp412,93 miliar.
Selain keputusan dividen, RUPST juga menyetujui perombakan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MTLA untuk periode jabatan 2026–2031. Lanny Bambang ditunjuk sebagai Komisaris Independen baru menggantikan Leland G. Rompas, dan pengunduran diri Santoso dari posisi Direktur juga diterima. Rapat turut mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025.
