
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama regional dalam menghadapi dinamika global yang kompleks, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5). KTT ini merupakan bagian integral dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN, menandai komitmen kuat negara-negara anggota untuk mempererat hubungan.
Dalam forum strategis tersebut, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa solidaritas dan kerja sama kawasan adalah fondasi utama bagi ASEAN untuk menjaga ketangguhan di tengah gejolak global yang terus berubah. Ia menekankan urgensi untuk memperkuat kolaborasi yang tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam isu krusial seperti ketahanan energi dan pangan.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa BIMP-EAGA, sebagai salah satu kerja sama subkawasan vital di ASEAN, harus terus berinovasi dan berkembang. Tujuannya adalah agar mampu secara konkret menjawab berbagai kebutuhan mendesak masyarakat di kawasan. Beliau menyerukan agar kerja sama ini tidak hanya lebih adaptif dan berdampak, melainkan juga lebih responsif terhadap perubahan dinamika global. “BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” tandas Prabowo dalam siaran pers yang dirilis Kamis (7/5).
Baca juga:
- Prabowo Minta ASEAN Kebut Pengembangan Energi Bersih
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyampaikan bahwa perlindungan keselamatan dan kesejahteraan hidup masyarakat menjadi prioritas utama bagi negara-negara anggota BIMP-EAGA. Meskipun Visi BIMP-EAGA 2035 telah menetapkan arah yang jelas, tantangan krusial berikutnya adalah memastikan setiap rencana dapat terimplementasi dengan baik dan efektif. “Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencarian rakyat kita,” tegasnya.
KTT Khusus BIMP-EAGA ini menjadi agenda perdana yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto sesaat setelah tiba di Filipina. Dalam pertemuan penting ini, Presiden Prabowo berinteraksi dengan para pemimpin negara anggota BIMP-EAGA lainnya, yaitu Filipina sebagai tuan rumah, serta Malaysia dan Brunei Darussalam, untuk membahas berbagai isu strategis kawasan.
Tidak hanya berfokus pada agenda BIMP-EAGA, Prabowo juga menyampaikan apresiasi tulus kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan hangat dan kepemimpinan yang ditunjukkan dalam forum tersebut. Kepala Negara menilai bahwa diselenggarakannya KTT Khusus BIMP-EAGA ini sangatlah tepat waktu, di tengah eskalasi berbagai tantangan global. “KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” pungkas Prabowo.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama regional untuk menjaga ketangguhan ASEAN di tengah dinamika global. Ia secara khusus menyoroti urgensi untuk memperkuat kolaborasi dalam isu ketahanan energi dan pangan.
Prabowo juga menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus terus berinovasi agar lebih adaptif, berdampak, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Prioritas utama adalah melindungi keselamatan dan kesejahteraan hidup rakyat, serta memastikan implementasi efektif Visi BIMP-EAGA 2035. KTT ini menjadi agenda perdana Prabowo di Filipina, membahas isu strategis bersama pemimpin Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
