Rupiah Melemah, Harga Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp18.000

NILAI tukar rupiah bergerak di atas 17.880 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, atau merosot dibandingkan pekan sebelumnya. Sampai saat ini, rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Sejumlah bank bahkan telah menjual dolar AS di atas 18.000.

Advertisements

Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia pada Jumat, BI menetapkan harga jual 1 dolar AS Rp 17.877,94. Sejumlah bank internasional bahkan telah menetapkan nilai transaksi dolar di atas level tersebut, seperti Bank HSBC Indonesia yang menetapkan harga kurs jual dolar Rp 18.060 per Jumat 29 Mei per pukul 09:01 WIB.

Adapun Bank DBS Indonesia di hari yang sama pukul 10.00 WIB menetapkan harga dolar 18.048. Sedangkan Bank UOB Indonesia memasang harga dolar 18.053. Sementara itu, empat bank besar besar Indonesia yakni BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI menetapkan kurs jual dolar bervariasi mulai 17.800 hingga di atas 17.900.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian, menilai pelemahan rupiah yang sudah menembus 17.800 per dolar AS menunjukkan bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan baru di tengah tekanan global dan domestik yang besar.

Advertisements

Ia berpendapat langkah BI menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen sudah tepat sebagai sinyal bahwa stabilitas tetap dijaga. Namun kebijakan moneter tidak bisa bekerja sendirian, pemerintah perlu segera melakukan komunikasi dan penyesuaian fiskal agar tekanan terhadap rupiah tidak berlanjut lebih dalam.

“Kalau tidak ada follow up kebijakan yang kredibel dari sisi fiskal dan komunikasi pemerintah, maka risiko rupiah menuju Rp 18.000 per dolar AS itu nyata,” ucapnya ketika dihubungi Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Fakhrul, pasar saat ini tidak hanya melihat suku bunga BI. Tetapi juga melihat apakah pemerintah siap melakukan penyesuaian dan menjaga kepercayaan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta neraca pembayaran.

Fakhrul menambahkan, apabila rupiah benar-benar bergerak ke 18.000 per dolar AS, dampaknya terhadap konsumen akan semakin terasa melalui kenaikan harga barang impor, tekanan inflasi, hingga penurunan daya beli masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang lebih berimbang antara sektor riil dan sektor keuangan. Menurut dia, menjaga rupiah bukan sekadar isu pasar keuangan, melainkan menyangkut jangkar utama stabilitas ekonomi nasional.

Pilihan Editor: Pilihan Pengusaha jika Rupiah Terus Melemah

Advertisements