Saham Ini Bagi Dividen Rp45 Miliar Meski Harga Turun 7,51%

Solderpanas Jakarta. Para investor PT Lautan Luas Tbk (LTLS) dihadapkan pada kesempatan terakhir untuk mengamankan hak atas pembayaran dividen tunai sebesar Rp 3.100 per lot saham. Momentum penting ini bertepatan dengan tanggal cum dividen hari ini, Selasa, 19 Mei 2026, di tengah tren pelemahan harga saham LTLS yang menarik perhatian.

Advertisements

Tanggal cum dividen merupakan batas waktu terakhir bagi investor untuk memiliki saham yang berhak atas dividen. Untuk bisa memperoleh dividen yang dibagikan, investor wajib membeli saham LTLS paling lambat pada tanggal cum dividen dan mempertahankannya hingga tanggal pencatatan (recording date).

Total nilai dividen yang akan dibagikan oleh LTLS mencapai Rp 45,40 miliar, bersumber dari laba bersih tahun buku 2025. Dengan demikian, setiap pemegang saham LTLS akan menerima dividen tunai sebesar Rp 31 per saham. Keputusan pembagian dividen ini sebelumnya telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026.

Tonton: Misi Rahasia Eropa China Wahana Smile Siap Hadapi Badai Matahari

Advertisements

Meskipun demikian, pergerakan harga saham LTLS menunjukkan tren negatif. Pada penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026, harga saham LTLS berakhir di level Rp 800, melemah 15 poin atau 1,84%. Dalam satu bulan terakhir, saham LTLS telah terakumulasi melemah 45 poin atau 5,33%. Bahkan, sejak awal tahun 2026, harga saham ini telah menyusut 65 poin atau 7,51%. Dengan harga penutupan terakhir, dividend yield saham LTLS saat ini mencapai 3,87%.

Untuk memudahkan para investor, berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen LTLS:

  • Cum dividen (Pasar Reguler dan Negosiasi): 19 Mei 2026
  • Ex dividen (Pasar Reguler dan Negosiasi): 20 Mei 2026
  • Cum dividen (Pasar Tunai): 21 Mei 2026
  • Recording date: 21 Mei 2026
  • Ex dividen (Pasar Tunai): 22 Mei 2026
  • Pembayaran dividen: 29 Mei 2026

Menanggapi capaian perusahaan, Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications, Environmental, Social & Governance (ESG) Lautan Luas, menyatakan bahwa LTLS berhasil mempertahankan kinerja yang solid di tengah gejolak global. Tantangan seperti dinamika geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan volatilitas harga komoditas global tidak menggoyahkan fundamental perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, PT Lautan Luas Tbk berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,8 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp 149,45 miliar. Dari laba bersih tersebut, total nilai dividen LTLS yang dibagikan setara dengan 30,37%. Selain alokasi dividen tunai sebesar Rp 45,40 miliar, laba bersih tahun lalu juga dialokasikan sebagai dana cadangan senilai Rp 200 juta, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha LTLS di masa mendatang.

Pada periode yang sama, LTLS juga membukukan EBITDA sebesar Rp 573 miliar. Dari perspektif fundamental keuangan, Perseroan menunjukkan posisi yang kuat dengan current ratio 1,18x, net gearing 0,32x, dan net debt to EBITDA sebesar 1,87x. Angka-angka ini menegaskan pengelolaan keuangan yang disiplin dan prudent, didukung oleh efisiensi operasional, optimalisasi portofolio, dan penguatan fundamental bisnis yang berkelanjutan.

Saham Harga Gocap Ini Akan Di-buyback Rp 3,5 Triliun, Saatnya Beli / Jual? Target dan Strategi LTLS pada 2026

Memasuki tahun 2026, Eurike Hadijaya menegaskan kembali fokus strategis LTLS. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, mengembangkan portofolio produk bernilai tambah, serta memperkuat daya saing di seluruh lini bisnisnya. Manajemen LTLS juga akan selalu mencermati berbagai perkembangan, baik di kancah global maupun domestik, termasuk kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, dan dinamika pasar yang berpotensi memengaruhi kinerja. “Dengan fundamental bisnis yang tetap terjaga, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif yang berkelanjutan,” tegas Eurike.

Mengacu pada pemberitaan KONTAN sebelumnya, LTLS menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 8% hingga 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, emiten yang bergerak di sektor manufaktur, distribusi bahan kimia, serta layanan pendukung dan jasa ini berambisi mencapai level laba bersih dengan kisaran 2,3% hingga 2,5% dari total pendapatan. Target profitabilitas ini mencerminkan komitmen terhadap efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, LTLS telah menyiapkan serangkaian rencana ekspansi dan pengembangan bisnis, khususnya pada segmen bahan makanan (food ingredients) dan pengolahan air. Perusahaan berencana memperluas lini bisnis food ingredients dengan meluncurkan produk-produk baru yang secara khusus menargetkan segmen hotel, restoran, dan kafe (HORECA), merespons permintaan pasar yang terus bertumbuh.

    LTLS Chart by TradingView  

Akan Buyback Rp 1 Triliun, Harga Saham Blue Chip Ini Mendaki, Pilih Beli / Jual?

Di samping itu, melalui anak usahanya, LTLS juga berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas dan memperluas jaringan layanan di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta Operation, Maintenance, and Monitoring (O&M) untuk sistem pengolahan air. Sementara itu, di segmen bahan kimia, LTLS akan berfokus pada pengembangan specialty chemicals yang menawarkan nilai tambah tinggi. Produk-produk ini diharapkan tidak hanya memberikan margin yang lebih baik, tetapi juga memperkuat posisi LTLS di pasar melalui solusi yang lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan industri pelanggan.

Guna mendukung implementasi strategi tersebut, LTLS mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 500 miliar. Dana capex ini akan difokuskan untuk pengembangan fasilitas manufaktur pada divisi food ingredients, peremajaan gudang dan mesin, penambahan armada kendaraan logistik, serta pembangunan gedung baru untuk bisnis water treatment chemicals.

Eurike menambahkan bahwa realisasi capex akan dipacu pada paruh kedua tahun 2026, mengingat pada kuartal I-2026, penyerapan capex LTLS baru mencapai sekitar 10% dari total anggaran. “Alokasinya sebagian besar digunakan untuk pengembangan bisnis di industri food ingredients dan logistik, termasuk rejuvenation beberapa fasilitas produksi,” pungkas Eurike.


Ringkasan

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 31 per saham atau total Rp 45,40 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Investor memiliki kesempatan terakhir untuk mengamankan hak dividen pada tanggal cum dividen 19 Mei 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 29 Mei 2026. Pembagian dividen ini terjadi di tengah tren pelemahan harga saham LTLS yang telah menyusut 7,51% sejak awal tahun 2026, menghasilkan dividend yield sebesar 3,87%.

Meskipun demikian, LTLS berhasil mencatatkan kinerja solid pada 2025 dengan pendapatan Rp 8,8 triliun dan laba bersih Rp 149,45 miliar, menunjukkan pengelolaan keuangan yang disiplin. Untuk 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan 8-10% dan laba bersih 2,3-2,5% dari pendapatan. Strategi ini didukung oleh rencana ekspansi pada segmen food ingredients dan pengolahan air, serta pengembangan specialty chemicals, dengan alokasi belanja modal Rp 500 miliar.

Advertisements