
Wall Street mengakhiri perdagangan Rabu (29/4) dengan pergerakan yang bergejolak, mencerminkan respons beragam para investor terhadap serangkaian katalis pasar. Sentimen pasar dipengaruhi secara signifikan oleh lonjakan harga minyak mentah, keputusan penting dari Federal Reserve mengenai suku bunga, serta rilis laporan keuangan dari empat perusahaan teknologi raksasa.
Mengutip Reuters, tiga indeks utama Amerika Serikat menunjukkan pergerakan yang tidak menentu. Hal ini terjadi setelah pernyataan kebijakan Federal Reserve mengungkapkan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga di rentang 3,50-3,75 persen merupakan hasil pemungutan suara paling terbagi yang pernah tercatat sejak tahun 1992. Pertemuan bank sentral ini juga dipandang sebagai momen krusial, kemungkinan menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell dalam kapasitasnya sebagai kepala bank sentral, meskipun ia telah menyatakan niatnya untuk tetap menjadi anggota dewan gubernur.
Di sisi komoditas, harga minyak mentah melonjak tajam setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menginstruksikan para pejabatnya untuk bersiap menghadapi potensi blokade berkepanjangan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Laporan Reuters, yang juga dikutip oleh kumparan pada Kamis (30/4), menyebutkan bahwa situasi ini “mengisyaratkan adanya tekanan pasokan yang berkelanjutan akibat pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur yang sangat krusial bagi distribusi energi global.”
Matthew Keator, mitra pengelola di firma manajemen kekayaan Keator Group, turut memberikan pandangannya mengenai dampak luas dari ketidakpastian geopolitik ini terhadap ekonomi riil. “Semakin lama konflik di Iran berlangsung dan harga energi tetap tinggi, akan ada ekspektasi bahwa hal itu akan memengaruhi kebiasaan belanja masyarakat, yang pada titik tertentu akan tercermin dalam laporan laba perusahaan putaran berikutnya,” jelas Matthew Keator.
Meta Anjlok 6 Persen

Fokus beralih ke sektor teknologi, di mana empat raksasa dari kelompok “Magnificent Seven”—yakni Amazon, Alphabet, Meta Platforms, dan Microsoft—telah merilis laporan kuartal mereka setelah penutupan pasar saham AS. Pasca jam perdagangan, saham Alphabet tercatat menguat lebih dari 3 persen. Namun, sentimen negatif melanda saham Amazon dan Microsoft, yang masing-masing merosot lebih dari 3 persen. Kinerja terburuk terlihat pada Meta Platforms, yang mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 6 persen, membebani keseluruhan sektor.
Secara keseluruhan, kinerja indeks saham menunjukkan gambaran yang beragam. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,57 persen, ditutup pada level 48.861,81. Sementara itu, S&P 500 turun tipis 0,04 persen, mengakhiri hari di posisi 7.135,98. Kontras dengan keduanya, Nasdaq Composite berhasil mencatatkan penguatan moderat sebesar 0,04 persen, mencapai level 24.673,24.
Dalam perdagangan hari itu, sektor energi tampil sebagai pemimpin kenaikan di pasar, diuntungkan secara langsung oleh lonjakan harga minyak mentah yang signifikan. Di sisi lain, saham Robinhood mengalami koreksi tajam sebesar 13,2 persen, setelah perusahaan tersebut gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal pertama yang ditetapkan oleh para analis.
Pergerakan pasar yang fluktuatif juga tercermin dalam statistik lebih lanjut: Indeks S&P 500 mencatatkan 20 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, namun juga diikuti oleh 25 rekor terendah baru. Nasdaq Composite menunjukkan dinamika serupa dengan 85 rekor tertinggi baru dan 124 rekor terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,37 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 17,81 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Ringkasan
Perdagangan Wall Street pada Rabu (29/4) berakhir bergejolak, mencerminkan beragam respons investor terhadap kenaikan harga minyak mentah, keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga, dan rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa. Federal Reserve mempertahankan suku bunga di rentang 3,50-3,75 persen, sebuah keputusan yang sangat terbagi. Harga minyak mentah melonjak tajam setelah Gedung Putih mengonfirmasi potensi blokade pelabuhan Iran, mengisyaratkan tekanan pasokan berkelanjutan di Selat Hormuz.
Di sektor teknologi, saham Meta Platforms anjlok lebih dari 6 persen setelah rilis laporan kuartalan, sementara Amazon dan Microsoft juga merosot lebih dari 3 persen, kontras dengan penguatan Alphabet. Indeks Dow Jones melemah 0,57 persen dan S&P 500 turun tipis 0,04 persen, namun Nasdaq Composite berhasil menguat moderat 0,04 persen. Sektor energi memimpin kenaikan pasar, didorong oleh lonjakan harga minyak.
