Status Saham Pemerintah di GoTo via Danantara dan Daftar Pemiliknya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia kini telah menjadi bagian dari struktur kepemilikan sahamnya melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Konfirmasi ini menandai perkembangan signifikan bagi emiten teknologi terbesar di Bursa Efek Indonesia, meskipun detail porsi kepemilikan saham tersebut belum diungkap secara penuh kepada publik.

Advertisements

R.A. Koesoemohadiani, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia, menjelaskan bahwa pihaknya memahami Danantara telah mengakuisisi saham GOTO melalui mekanisme bursa. Meskipun demikian, porsi kepemilikan Danantara saat ini berada di bawah 1% dari total saham beredar. Sesuai regulasi yang berlaku, GOTO tidak memiliki kewajiban untuk mengungkapkan data pemegang saham dengan porsi di bawah ambang batas 1% kepada khalayak umum.

Koesoemohadiani menegaskan bahwa perseroan menyambut baik investasi ini, layaknya investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya. Ia melihatnya sebagai refleksi kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental bisnis, kinerja operasional, serta prospek jangka panjang GOTO. Pernyataan resmi tersebut dikutip pada Rabu (6/5).

Lebih lanjut, investasi pemerintah melalui Danantara ini dinilai menjadi dorongan positif yang signifikan bagi GOTO dalam upaya keberlanjutan kegiatan usahanya. Kehadiran pemerintah sebagai pemegang saham juga menjadi babak baru dalam struktur kepemilikan emiten teknologi terbesar yang melantai di Bursa Efek Indonesia tersebut.

Advertisements

Merujuk data daftar pemegang saham per 31 Maret 2026, kepemilikan saham GOTO sejauh ini memang masih didominasi oleh investor institusi global. SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd., entitas afiliasi SoftBank, merupakan pemegang saham terbesar dengan porsi 7,65%, setara dengan 91,10 miliar saham. Menyusul di posisi berikutnya adalah Taobao China Holding Limited dengan kepemilikan 7,43% atau 88,53 miliar saham.

Dari sisi domestik, GOTO juga memiliki saham treasury sebesar 3,14% atau 37,44 miliar saham. Sementara itu, sejumlah investor institusi global lainnya turut hadir, seperti UBS AG Hong Kong yang memegang 2,68% saham GOTO.

Raksasa teknologi global seperti Google Asia Pacific Pte. Ltd. dan Tencent Mobility Limited juga tercatat sebagai pemegang saham GOTO. Di antara investor modal ventura, entitas terkait Peak XV Partners GoTo Investment Holdings turut memegang porsi signifikan. Sementara itu, PT Saham Anak Bangsa mewakili kepemilikan para pendiri (founder) GOTO, meskipun porsinya relatif lebih kecil dibandingkan investor institusi. Kepemilikan individu pendiri, termasuk William Tanuwijaya, juga masih tercatat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Di antara deretan investor strategis domestik, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), juga tercatat sebagai pemegang saham GOTO. Mengingat TLKM merupakan entitas yang berada di bawah naungan Danantara, kehadiran Telkomsel dalam daftar kepemilikan saham GOTO secara tidak langsung turut mengkonfirmasi jejak awal masuknya Danantara.

Meski demikian, sebagaimana diungkapkan oleh Koesoemohadiani, posisi Danantara sebagai pemegang saham GOTO belum terlihat pada daftar di bawah ini karena porsi kepemilikannya yang masih di bawah 1%.

Daftar Pemegang Saham ≥1% PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

NoPemegang SahamNegaraJumlah SahamKepemilikan (%)
1SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd.Singapura91.102.207.1287,65
2Taobao China Holding LimitedHong Kong88.531.124.9937,43
3PT GoTo Gojek Tokopedia TbkIndonesia37.440.078.4033,14
4UBS AG Hong KongHong Kong31.954.740.2642,68
5Tencent Mobility LimitedHong Kong29.599.381.2072,48
6Google Asia Pacific Pte. Ltd.Singapura29.582.021.4662,48
7Peak XV Partners GoTo Investment HoldingsMauritius28.869.001.3492,42
8GoTo Peopleverse FundCayman Islands28.517.873.9542,39
9PT Saham Anak BangsaIndonesia26.888.988.8412,26
10PT Telekomunikasi SelularIndonesia23.722.133.8751,99
11Capret (SG) Pte LtdSingapura23.589.991.9041,98
12PT Astra International TbkIndonesia18.526.287.8681,56
13Peak XV Partners Investments IVMauritius18.218.289.3471,53
14WP Investments VI B.V.Belanda17.382.075.0341,46
15Citibank Hong Kong S/A Bhinneka Holdings (22) LimitedCayman Islands17.045.733.3341,43
16Platinum Orchid B 2018 RSC LimitedUni Emirat Arab15.214.216.1631,28
17PT Provident Capital IndonesiaIndonesia14.844.128.6661,25
18William TanuwijayaIndonesia14.719.458.9731,24
19Morgan Stanley and Co International PlcInggris14.475.724.1481,22
20CGS International Securities Singapore Pte LtdSingapura13.013.956.7431,09

Sumber: Data KSEI per 31 Maret 2026

Danantara Masuk Bertahap
Menanggapi strategi kepemilikan saham pemerintah ini, CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk terus meningkatkan porsi saham di perusahaan aplikator tersebut secara bertahap. Meski demikian, Rosan belum memberikan rincian mengenai besaran kepemilikan Danantara di GOTO saat ini, begitu pula dengan target persentase yang ingin dicapai di masa mendatang.

“Kita sudah masuk terus akan kita tingkatkan secara bertahap,” ujar Rosan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5).

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pembelian saham GOTO oleh pemerintah melalui Danantara adalah bagian dari upaya komprehensif untuk membenahi ekosistem industri transportasi berbasis aplikasi. Tujuan utamanya adalah menurunkan biaya potongan yang dibebankan oleh aplikator kepada para pengemudi.

Dasco menjelaskan bahwa potongan yang sebelumnya berkisar antara 10 hingga 20 persen akan ditekan menjadi delapan persen melalui intervensi kebijakan pemerintah. Kehadiran negara sebagai pemegang saham di perusahaan aplikator seperti GOTO diharapkan dapat membuka ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pengemudi ojek daring.

Langkah kebijakan ini juga selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, yang secara tegas menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar delapan persen bagi para pengemudi ojek daring, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang lebih adil.

Ringkasan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia kini menjadi bagian dari struktur kepemilikan sahamnya melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Meskipun porsi kepemilikan Danantara saat ini berada di bawah 1% dan tidak wajib diumumkan, GOTO menyambut baik investasi ini sebagai refleksi kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjangnya.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan porsi saham di GOTO secara bertahap. Tujuan utama investasi ini adalah untuk membenahi ekosistem transportasi berbasis aplikasi, khususnya menurunkan potongan yang dibebankan kepada pengemudi ojek daring menjadi 8%, selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Per Maret 2026, kepemilikan saham GOTO masih didominasi investor institusi global, namun Telkomsel yang berada di bawah Danantara juga tercatat sebagai pemegang saham.

Advertisements