JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), atau yang dikenal sebagai sovereign wealth fund Indonesia, telah merealisasikan pembelian saham pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Langkah ini menandai awal keterlibatan Danantara dalam ekosistem perusahaan teknologi raksasa tersebut, dengan potensi penambahan investasi yang masih terus dikaji.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa akuisisi sebagian saham aplikator ojek online tersebut semata-mata didorong oleh motif keuntungan. “Akuisisi GOTO ini hanyalah investasi yang kami nilai berpotensi menghasilkan profit yang baik. Tidak ada tujuan tambahan lainnya,” ujar Pandu seusai acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama untuk Percepatan Pembangunan PSEL, Senin (11/5/2026), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Meskipun demikian, Pandu mengisyaratkan bahwa Danantara belum memiliki rencana aksi lanjutan secara spesifik terkait investasinya di GOTO dalam waktu dekat. “Kami belum memikirkan sejauh mana langkah berikutnya. Nanti akan kita lihat dan jika ada rencana matang, akan kami komunikasikan kepada publik,” jelasnya. Pernyataan ini senada dengan penegasan sebelumnya dari Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, yang menyatakan bahwa keterlibatan pemerintah dalam struktur kepemilikan aplikator tidak akan berhenti pada tahap awal. “Kami sudah masuk dan akan terus meningkatkan porsi sahamnya secara bertahap,” ungkap Rosan singkat beberapa waktu lalu (5/5/2026) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.
Menanggapi kabar tersebut, pihak GoTo Gojek Tokopedia melalui Direktur & Sekretaris Perusahaan R.A. Koesoemohadiani, memberikan klarifikasi. Berdasarkan informasi yang beredar, Danantara disinyalir membeli saham perseroan dalam jumlah kurang dari 1% dari total saham yang diterbitkan. “Perseroan menyambut baik investasi ini, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi (5/5/2026). Kepercayaan investor ini, lanjutnya, menjadi dorongan positif bagi GOTO untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan juga menegaskan telah mematuhi seluruh ketentuan pelaporan kepemilikan saham.
Di balik nuansa investasi murni, langkah Danantara mengakuisisi saham GOTO juga sejalan dengan agenda pemerintah yang lebih luas. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam audiensi peringatan Hari Buruh (1/5/2026), mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Danantara sengaja mengambil bagian saham aplikator ojol sebagai upaya intervensi langsung untuk merestrukturisasi model bisnis demi menguntungkan para pengemudi. Intervensi ini secara spesifik ditujukan untuk memangkas potongan biaya atau komisi yang ditarik aplikator dari semula di kisaran 10% hingga 20% menjadi satu digit, yakni hanya 8%.
“Yang paling utama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator, yang tadinya 20 atau 10 persen, menjadi hanya 8% dari total pendapatan pengemudi,” jelas Ketua Harian Partai Gerindra tersebut di Kompleks Parlemen. Dasco menegaskan bahwa manuver Danantara ini merupakan eksekusi langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pada momen May Day, kepala negara menegaskan bahwa porsi pendapatan bersih bagi pengemudi ojol harus ditingkatkan menjadi minimal 92%. Dengan tegas, Presiden Prabowo mempersilakan aplikator untuk angkat kaki dari Tanah Air jika tidak bersedia memangkas potongan komisi di bawah 10%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), selaku sovereign wealth fund Indonesia, telah merealisasikan pembelian saham pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menegaskan investasi ini murni untuk potensi keuntungan, sementara CEO Rosan P. Roeslani sebelumnya mengisyaratkan peningkatan porsi saham secara bertahap. Pihak GoTo menyambut baik investasi yang disinyalir kurang dari 1% ini, melihatnya sebagai cerminan kepercayaan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan.
Namun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa langkah Danantara ini juga merupakan intervensi pemerintah untuk merestrukturisasi model bisnis GOTO. Intervensi ini bertujuan memangkas potongan komisi aplikator dari pengemudi ojol menjadi 8%, memastikan pengemudi menerima minimal 92% pendapatan bersih. Manuver ini merupakan eksekusi langsung instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan aplikator harus mematuhi kebijakan tersebut.
