Mark Dynamics (MARK) tebar dividen Rp 342 miliar, berikut jadwalnya

JAKARTA – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) telah memutuskan untuk mendistribusikan total dividen sebesar Rp 90 per saham kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil berdasarkan laba bersih tahun buku 2025 dan saldo laba ditahan hingga tahun 2024, sebuah langkah yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026.

Advertisements

Dari total dividen tersebut, dividen yang khusus dialokasikan untuk tahun buku 2025 adalah sebesar Rp 70 per saham. Perlu diketahui, MARK sebelumnya telah melakukan pembayaran dividen interim tahap pertama sebesar Rp 20 per saham pada Agustus 2025, diikuti oleh dividen interim tahap kedua yang juga Rp 20 per saham pada November 2025.

Dengan adanya pembayaran interim tersebut, sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham saat ini adalah Rp 30 per saham. Selain itu, Perseroan juga menambah pembagian dividen sebesar Rp 20 per saham yang bersumber dari saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024. Secara keseluruhan, total dana yang dialokasikan untuk dividen mencapai Rp 342 miliar, dengan dividend payout ratio yang impresif, yakni sekitar 120%.

Direktur Utama MARK, Ridwan, menegaskan bahwa kebijakan dividend payout ratio yang tinggi ini akan terus dipertahankan. Hal ini didasari oleh kondisi fundamental perusahaan yang kuat serta arus kas yang sehat dan stabil. “Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham,” ujar Ridwan dalam keterangan resminya pada Senin, 18 Mei 2026.

Advertisements

Bagi para investor, jadwal penting terkait pembagian dividen ini telah ditetapkan. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Mei 2026, sedangkan tanggal ex dividen dijadwalkan pada 20 Mei 2026. Selanjutnya, tanggal pencatatan (recording date) kepemilikan saham yang berhak atas dividen adalah 21 Mei 2026, dengan pembayaran dividen tunai yang akan dilaksanakan pada 10 Juni 2026.

Selain fokus pada pembagian dividen, MARK juga menunjukkan optimisme terhadap kinerja bisnisnya di tahun 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Target ambisius ini didukung oleh beberapa faktor kunci, meliputi permintaan pasar ekspor yang terus menguat, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta optimalisasi kapasitas produksi Perseroan.

Saat ini, lebih dari 80% penjualan MARK berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS). Struktur bisnis semacam ini memberikan keuntungan signifikan di tengah penguatan dolar AS, berfungsi sebagai lindung nilai alami (natural hedge) terhadap fluktuasi nilai tukar. Selain itu, Perseroan juga melihat adanya sentimen positif di industri sarung tangan global yang mulai membaik.

Peningkatan sentimen ini didorong oleh kekhawatiran akan penyebaran hantavirus yang memicu kenaikan permintaan alat pelindung diri (APD), termasuk sarung tangan medis. Kondisi tersebut tercermin dari penguatan saham-saham produsen sarung tangan utama di Malaysia, seperti Top Glove Corporation Bhd, Hartalega Holdings Berhad, Kossan Rubber Industries Bhd, dan Supermax Corporation Berhad. Bagi MARK, perkembangan positif ini tentu berpotensi besar untuk meningkatkan permintaan cetakan sarung tangan medis di pasar global.

Ringkasan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) akan membagikan dividen total Rp 90 per saham, yang disetujui pada RUPST 18 Mei 2026. Dividen ini bersumber dari laba bersih 2025 dan saldo laba ditahan 2024, dengan total alokasi dana mencapai Rp 342 miliar. Payout ratio dividen mencapai 120%, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham. Jadwal penting untuk dividen tunai ini adalah cum dividen 19 Mei 2026 dan pembayaran pada 10 Juni 2026.

MARK menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 20% pada tahun 2026, didukung oleh permintaan ekspor yang kuat dan efisiensi operasional. Lebih dari 80% penjualan Perseroan berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS, yang berfungsi sebagai lindung nilai alami. Sentimen positif di industri sarung tangan global, didorong oleh kekhawatiran hantavirus dan peningkatan permintaan APD, juga diharapkan dapat meningkatkan permintaan cetakan sarung tangan medis.

Advertisements