Laba MDLA Melonjak Rp119,32 Miliar di Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

Solderpanas JAKARTA. PT Medela Potentia Tbk (MDLA) berhasil menunjukkan kinerja yang cukup solid pada Kuartal I-2026. Perusahaan distribusi farmasi ini mempertahankan pertumbuhan bisnis yang stabil, menegaskan posisinya di tengah dinamika pasar.

Advertisements

Pada periode tiga bulan pertama tahun ini, MDLA membukukan laba periode berjalan yang mencapai Rp119,32 miliar, menandai pertumbuhan sebesar 7,4% secara tahunan (YoY). Kinerja positif ini utamanya didorong oleh penjualan farmasi yang signifikan, menyentuh angka Rp3,26 triliun.

Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menyoroti kualitas pertumbuhan MDLA yang tetap terjaga. Meskipun laju pertumbuhan laba cenderung moderat, bisnis inti distribusi farmasi perusahaan ini tetap kokoh, didukung oleh permintaan layanan kesehatan domestik yang relatif stabil. Wafi menambahkan bahwa posisi MDLA sebagai salah satu pemain kunci dalam distribusi kesehatan masih sangat kuat, bahkan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Senada dengan Wafi, Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai fundamental MDLA masih sehat. Namun, Azis mengidentifikasi adanya tekanan pada biaya operasional yang menyebabkan pertumbuhan laba lebih moderat dibandingkan laju pertumbuhan penjualan.

Advertisements

Pergantian Direktur Utama di MDLA dipandang oleh manajemen sebagai bagian integral dari fase transformasi perusahaan. Wafi berpendapat bahwa perubahan kepemimpinan ini berpotensi memperkuat strategi jangka panjang perseroan, terutama dalam mendorong ekspansi distribusi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas kerja sama dengan prinsipal global. Pasar akan sangat mencermati kemampuan manajemen baru dalam mengakselerasi ekspansi dan efisiensi. Sementara itu, Azis menilai pergantian manajemen ini cenderung berdampak netral hingga positif, asalkan mampu memperkuat arah bisnis dan eksekusi strategi perusahaan ke depan.

Medela Potentia (MDLA) Tebar Dividen Rp12,6 per Saham

Dalam aspek ekspansi, peresmian gudang distribusi baru di Medan merupakan langkah strategis yang signifikan untuk memperkuat jaringan logistik MDLA, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat. Wafi meyakini fasilitas baru ini berpotensi mempercepat distribusi produk, menekan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan. Dalam jangka menengah, langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pendapatan sekaligus menjaga margin operasional perusahaan. Azis juga sepakat bahwa ekspansi ini akan memperkuat penetrasi pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi di kawasan dengan pertumbuhan kebutuhan layanan kesehatan yang tinggi.

Lebih lanjut, peluang diversifikasi bisnis melalui kolaborasi dengan prinsipal alat kesehatan global diyakini dapat menjadi katalis positif bagi kinerja MDLA ke depan. Wafi menjelaskan bahwa segmen alat kesehatan memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan distribusi farmasi, sehingga berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan secara signifikan. “Ke depan, MDLA berpotensi berkembang menjadi integrated healthcare supply player, tidak hanya distributor farmasi,” tambahnya. Azis mendukung pandangan ini, menyatakan bahwa kolaborasi semacam itu akan memperluas portofolio produk sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan dari segmen dengan margin yang lebih tinggi.

Dari sisi rekomendasi investasi, Muhammad Wafi memberikan rating beli untuk saham MDLA dengan target harga Rp390 per saham. Sementara itu, Abdul Azis Setyo Wibowo merekomendasikan trading buy dengan target harga saham MDLA di kisaran Rp268 hingga Rp270 per saham. Dengan prospek permintaan produk kesehatan yang terus bertumbuh, MDLA dinilai memiliki peluang besar untuk mempertahankan kinerja positif dalam jangka menengah.

Ringkasan

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp119,32 miliar pada Kuartal I-2026, meningkat 7,4% secara tahunan (YoY), didorong oleh penjualan farmasi yang mencapai Rp3,26 triliun. Analis menilai kinerja MDLA solid dengan fundamental sehat, meskipun pertumbuhan laba cenderung moderat akibat tekanan biaya operasional. Bisnis inti distribusi farmasi perusahaan ini tetap kokoh, didukung oleh permintaan layanan kesehatan domestik yang stabil.

Dalam rangka transformasi, MDLA melakukan pergantian direktur utama dan meresmikan gudang distribusi baru di Medan untuk memperkuat jaringan logistik dan efisiensi. Perusahaan juga berpeluang diversifikasi bisnis ke segmen alat kesehatan melalui kolaborasi dengan prinsipal global, yang diyakini dapat meningkatkan profitabilitas secara signifikan. Dengan prospek permintaan produk kesehatan yang terus bertumbuh, saham MDLA direkomendasikan “beli” atau “trading buy” oleh para analis.

Advertisements