
Melantainya ChangXin Memory Technologies Ltd. (CXMT), perusahaan chip di Bursa China pada Rabu (26/5) yang dinantikan juga memicu kecemasan di sebagian pasar di sana.
Mengutip Bloomberg, CXMT memperoleh persetujuan dari bursa saham Shanghai pada hari Rabu (27/5) untuk melakukan initial public offering (IPO) yang dapat mengumpulkan lebih dari USD 5 miliar atau setara dengan Rp 89,39 triliun (dengan kurs Rp 17.879 per dolar AS) termasuk opsi penjatahan berlebih.
Penggalangan dana tersebut berlangsung di tengah reli harga chip memori yang dipicu ledakan teknologi AI. Tren itu turut mendongkrak valuasi Samsung Electronics Co., SK Hynix Inc., dan Micron Technology Inc. hingga masuk jajaran produsen chip dengan nilai pasar triliunan dolar AS bulan ini.
Namun, bagi sebagian investor, pencatatan saham CXMT di tengah hiruk pikuk AI mengingatkan pada kasus penurunan pasar besar yang terjadi setelah beberapa pencatatan saham penting di China.
“Bagi banyak orang, pencatatan saham CXMT mengingatkan kita pada debut PetroChina pada tahun 2007,” kata Manajer Dana di Shenzhen Longteng Assets Management Co, Wu Xianfeng dikutip dari Bloomberg, Kamis (28/5).

“Keduanya merupakan penawaran saham besar yang membantu menciptakan beberapa perusahaan terbesar di dalam negeri pada saat pasar secara keseluruhan telah pulih secara signifikan,” tambahnya.
Seiring meningkatnya antusiasme seputar kesepakatan tersebut, Indeks Star 50 China yang didominasi chip telah naik 35 persen tahun ini karena permintaan daya komputasi yang didorong oleh AI.
Berdasarkan studi studi yang dilakukan oleh analis di China Merchants Securities, saham-saham China cenderung naik rata-rata 2,4 persen pada bulan sebelum pencatatan saham yang mengumpulkan lebih dari 20 miliar yuan atau setara dengan USD 2,9 miliar. Pasar kemudian cenderung turun pada minggu setelah debut, dengan penurunan rata-rata 0,8 persen.
Fenomena tersebut kerap terjadi di pasar IPO China, di mana banyak pencatatan saham domestik terbesar berlangsung mendekati puncak pasar.
IPO PetroChina senilai USD 8,9 miliar di pasar domestik China pada akhir 2007, misalnya, berlangsung hanya beberapa pekan setelah bursa mencapai level tertinggi. Sementara itu, Guotai Haitong Securities Co. melantai di bursa kurang dari sebulan setelah puncak reli pasar bullish pada 2015. Debut China Mobile Ltd. dan Cnooc juga tercatat mendahului pelemahan berkepanjangan pasar saham China.
Menurut Bloomberg Intelligence, CXMT seharusnya dinilai lebih seperti produsen DRAM komoditas siklikal. Komposisi penjualannya lebih menyerupai spesialis DRAM Nanya Technology daripada produsen memori bandwidth tinggi seperti SK Hynix atau Micron.
Wu mengatakan, IPO besar-besaran juga dapat menyedot likuiditas dari pasar yang lebih luas setelah pencatatan saham, memperketat kondisi keuangan dan membebani kinerja pasar secara keseluruhan.
Meski begitu, dia menilai terlalu dini untuk menyimpulkan pasar telah mencapai puncak karena pergerakan jangka panjang tetap bergantung pada fundamental industri yang mendasarinya.
