Presiden Prabowo Subianto hari ini mengadakan pertemuan penting dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara tegas menggarisbawahi urgensi pengajaran bahasa Prancis dalam sistem pendidikan di Indonesia, sebuah arahan yang kemudian ia tegaskan lebih lanjut.
Menindaklanjutan pandangannya, Prabowo secara resmi menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia dari semua tingkatan untuk mulai mengajarkan bahasa Prancis. Arahan ini, menurutnya, krusial dalam menghadapi “perkembangan dunia ke depan,” sebagaimana ia sampaikan dalam pidatonya di Istana Elysee yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (28/5). Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Selain membahas sektor pendidikan, Presiden Prabowo turut menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis kini berada pada titik terbaiknya. Ia menyoroti kemajuan signifikan dalam berbagai sektor vital, mulai dari bidang pertahanan, sains, hingga teknologi, yang kesemuanya telah terjalin dengan sangat baik antara Jakarta dan Paris.
Agenda pertemuan Prabowo dengan Macron juga mencakup serangkaian isu strategis lainnya, termasuk penguatan pertahanan, pengembangan energi bersih, perluasan pendidikan dan riset, serta pembahasan perjanjian dagang antara RI dan Uni Eropa. Tidak hanya itu, kedua pemimpin bertekad untuk semakin menggenjot kerja sama ekonomi bilateral, dengan fokus utama pada peningkatan investasi di Indonesia.
Untuk merealisasikan ambisi tersebut, salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah pembentukan France-Indonesia Business High Level Council. Inisiatif ini dipandang krusial oleh Prabowo, yang menyatakan kegembiraannya atas partisipasi aktif dan kontribusi signifikan perusahaan-perusahaan Prancis dalam perekonomian Indonesia.
Instruksi untuk menguasai bahasa asing ini bukanlah kebijakan pertama yang dilontarkan Presiden Prabowo. Sebelumnya, ia juga pernah menganjurkan sekolah-sekolah di Indonesia untuk mengajarkan bahasa Portugis. Anjuran tersebut muncul setelah pertemuannya dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Oktober 2025 silam, menunjukkan pola visi Prabowo dalam memperluas cakrawala linguistik dan globalisasi pendidikan Indonesia.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia dari semua tingkatan untuk mulai mengajarkan bahasa Prancis. Arahan ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, yang dianggap krusial untuk menghadapi perkembangan dunia ke depan. Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan dan menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Prancis kini berada pada titik terbaik di berbagai sektor.
Selain sektor pendidikan, kedua pemimpin membahas penguatan pertahanan, pengembangan energi bersih, dan peningkatan kerja sama ekonomi bilateral, termasuk investasi di Indonesia. Untuk merealisasikan ambisi tersebut, akan dibentuk France-Indonesia Business High Level Council. Instruksi ini bukan yang pertama dari Presiden Prabowo, sebelumnya ia juga pernah menganjurkan pengajaran bahasa Portugis setelah bertemu dengan Presiden Brasil.
