IHSG Melemah, Saham TLKM dan PTBA Justru Tunjukkan Performa Tangguh

Solderpanas – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), seiring dengan sentimen negatif rebalancing MSCI hingga pelemahan rupiah.

Advertisements

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup melemah 124,08 poin atau sebesar 1,85% ke level 6.599,24 pada penutupan perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.398,79 hingga 6.631,28.

Dari sisi likuiditas, total nilai transaksi hari ini mencapai Rp20,57 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 29,77 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,542 juta kali.

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 18 Mei 2026

Advertisements

Sebanyak 129 saham bergerak menghijau, 647 saham memerah, dan sisanya 183 saham cenderung stagnan.

Sejumlah saham yang menekan pelemahan dari indeks LQ45 adalah adalah saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 11,76% ke level Rp750, disusul saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 10,90% ke level Rp2.370, saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) turun 9,71% ke level Rp3.160.

Kemudian ada saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 9,09% ke level Rp440, dan saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 8,94% ke level Rp5.350.

Sebaliknya saham yang mampu menahan pelemahan lebih dalam adalah adalah saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 4,05% ke level Rp3.080, selanjutnya saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menguat 2,55% ke level Rp1.610.

Diikuti saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 0,96% ke level Rp4.200, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 0,71% ke level Rp2.850, dan saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 0,69% ke level Rp1.465.

: : Ini Penyebab IHSG Tumbang Usai Libur Panjang, Ada Efek MSCI hingga Depresiasi Rupiah

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan sentimen global datang dari pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi berakhir tanpa adanya kesepakatan besar, sehingga membuat investor kecewa. 

Konflik AS-Iran masih akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks di bursa global pada pekan ini, di tengah naik turunnya eskalasi antar kedua negara tersebut. Dari AS, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia serta FOMC minutes. Investor mencari indikasi arah suku bunga setelah data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan. 

Dari domestik, investor mencermati RDG Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di 4.75% (20/5). Selain itu akan dirilis pertumbuhan kredit (20/5), transaksi berjalan 1Q26 (22/5) dan M2 Money Supply (22/5). 

Sementara itu, FTSE Russell menyatakan telah meninjau perkembangan di pasar modal Indonesia, namun masih menunda pemeringkatan ulang indeks secara penuh, kenaikan free float dan penambahan saham baru (IPO) hingga review September 2026. 

Advertisements