Jelang Rebalancing MSCI, Saham Konglomerat Terancam Badai ARB
Sejumlah saham konglomerat Indonesia berisiko ARB setelah rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026. Nasibnya bergantung pada daya serap pasar terhadap saham yang dilepas.
Sejumlah saham konglomerat Indonesia berisiko ARB setelah rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026. Nasibnya bergantung pada daya serap pasar terhadap saham yang dilepas.
IHSG diprediksi volatil dengan potensi rebound terbatas. Sentimen global dan kebijakan ekspor mempengaruhi pasar. Saham pilihan: MDKA, BTPN, ULTJ.
IHSG melemah 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen negatif MSCI dan rupiah, tetapi saham TLKM dan PTBA tetap kuat.
Saham grup Prajogo Pangestu anjlok akibat rebalancing MSCI, mempengaruhi IHSG yang turun 3,53% pada 11-13 Mei 2026.
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
IHSG melemah 3,53% usai rebalancing MSCI, dengan BMRI, BREN, dan TPIA sebagai pemberat utama. Kapitalisasi pasar turun 4,68% menjadi Rp11.825 triliun.