Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham Emiten Sawit Grup Salim SIMP
Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta saham SIMP seharga Rp600 per saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 5,11%. Investasi ini menambah portofolio sawitnya.
Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta saham SIMP seharga Rp600 per saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 5,11%. Investasi ini menambah portofolio sawitnya.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada 26 Mei 2026, dipimpin oleh penurunan saham INCO, AMRT, dan JPFA. Indeks bergerak di kisaran 442,17-444,02.
Harita Nickel (NCKL) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah mendapat persetujuan dalam RUPST pada 30 Juni 2026.
Kebijakan ekspor satu pintu batu bara lewat DSI menekan saham emiten, memicu ketidakpastian bisnis dan potensi penurunan margin jangka pendek.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,15% ke 446,08, namun saham MIKA, TLKM, dan JPFA tetap menguat. Pelemahan dipicu rumor pengaturan ekspor komoditas.
PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) berencana buyback maksimal 320,77 juta saham senilai Rp104,25 miliar.
Prajogo Pangestu menjual 1 miliar saham CUAN senilai Rp1,03 triliun untuk meningkatkan free float, menyebabkan saham turun 10,05% ke Rp850 per saham.
Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan kepemilikan terkonsentrasi 95,82%.
Saham BUMI, BBCA dan BRPT menjadi penopang utama penguatan Indeks Bisnis-27 yang naik 0,48% ke level 471,69.
Menko Airlangga dorong IPO 2026 untuk penuhi pembiayaan nasional yang meningkat, dengan target Rp7.400 triliun. Pasar modal jadi mesin penarik dana.