Harita Nickel (NCKL) siapkan buyback saham jumbo Rp1 triliun
Harita Nickel (NCKL) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah mendapat persetujuan dalam RUPST pada 30 Juni 2026.
Harita Nickel (NCKL) berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah mendapat persetujuan dalam RUPST pada 30 Juni 2026.
ADRO dan MIKA direkomendasikan untuk buyback saham di tengah pasar lesu. ADRO buyback hingga Rp4 triliun, MIKA Rp1 triliun. Keduanya dinilai menarik.
PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) berencana buyback maksimal 320,77 juta saham senilai Rp104,25 miliar.
GOTO berencana buyback saham senilai Rp3,5 triliun hingga 2027 untuk optimalkan struktur modal dan tingkatkan nilai pemegang saham.
Emiten perbankan raksasa milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengirim sinyal optimistis kepada para pelaku pasar di tengah tren koreksi sahamnya.
Bank Mandiri (BMRI) akan buyback saham hingga Rp1,17 triliun dalam 12 bulan, menyimpan sebagai saham treasuri untuk program kepemilikan karyawan.
BNI (BBNI) berencana buyback saham senilai Rp1,50 triliun untuk meredam tekanan jual dan menunjukkan harga saham tidak mencerminkan fundamental. RUPST dijadwalkan 9 Maret 2026.
BCA berencana buyback saham hingga Rp5 triliun setelah saham turun 6%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 12 Maret 2026 dan berlangsung 12 bulan.