Pasar Saham RI Tertekan Sentimen MSCI dan DSI, Begini Analisisnya
IHSG melemah akibat tiga tekanan: outflow MSCI, outlook negatif Moody’s, dan kebijakan PT DSI.
IHSG melemah akibat tiga tekanan: outflow MSCI, outlook negatif Moody’s, dan kebijakan PT DSI.
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan ini dengan volatilitas tinggi. Cermati saham MDKA, ULTJ, dan BTPN untuk potensi rebound teknikal.
IHSG diprediksi volatil dengan potensi rebound terbatas. Sentimen global dan kebijakan ekspor mempengaruhi pasar. Saham pilihan: MDKA, BTPN, ULTJ.
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG memasuki Mei dengan sentimen “sell in May” di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, meski ada peluang rebound jika sentimen membaik.
IHSG turun 2,42% ke level 6.956,80 dan kapitalisasi pasar bursa berkurang Rp354 triliun menjadi Rp12.382 triliun dalam sepekan.
IHSG tertekan akibat kebijakan MSCI yang menahan dana asing, memicu outflow hingga Rp15 triliun. Investor domestik berperan penting menyerap tekanan jual.