7 Penyebab Stop Kontak Meleleh atau Terbakar

7 Penyebab Stop Kontak Meleleh atau Terbakar

Stop kontak merupakan komponen instalasi listrik yang memiliki fungsi untuk mendistribusikan energi listrik ke beragam macam barang elektronik.

Jadi, setiap rumah yang teraliri listrik pastinya memiliki stop kontak dirumahnya yang terpasang di dinding setiap ruangan rumah. Untuk menggunakan stop kontak kita harus berhati-hati.

Karena, penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan stop kontak menjadi meleleh atau terbakar, sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran.

 

1. Stop Kontak Kelebihan Beban

Kelebihan beban atau terlalu banyak mencolokkan barang elektronik atau mencolokan barang elektronik yang mempunyai daya watt besar akan menyebabkan arus yang mengalir pada stop kontak menjadi lebih besar.

Arus yang besar akan mengakibatkan penghantar kabel menjadi panas, sehingga stop kontak bisa meleleh karena melebihi dari daya maksimal yang bisa dibebankan pada stop kontak.

Pada stop kontak tertulis KHA (Kemampuan Hantar Arus). Misalnya tertulis KHA stop kontak 16A, itu artinya kemampuan stop kontak maksimal sebesar 16 Ampere.

Jika ada banyak beban peralatan listrik dan melebihi batas KHA, maka stop kontak bisa panas, gosong, meleleh, dan bahkan bisa terbakar.

 

2. Steker kendor saat dicolok ke stop kontak

Pernahkah kalian memasang steker sebuah barang elektronik secara kendor? Meskipun steker yang dicolok kendor, tetapi arus listrik masih tetap bisa tersalurkan.

Tetapi, kondisi ini dapat menyebabkan plat atau besi colokan terasa panas, meskipun steker barang elektronik yang dihubungkan ke stop kontak hanya membutuhkan watt kecil.

Selain itu, dengan semakin besar watt barang elektronik yang dihubungkan ke stop kontak, maka akan semakin cepat pula suhu panasnya meningkat.

Jika steker yang dicolokkan ke stop kontak dibiarkan kendor dalam jangka waktu lama, maka peralatan elektrik akan menjadi panas berlebihan dan bisa memercikan api.

Steker akan melelehkan wadah colokan listrik dan sudah bukan tidak mungkin kalo hal ini dapat menyebabkan kebakaran.

 

3. Stop kontak kendor

Selain kabel steker yang kendor ketika dicolokkan ke stop kontak, sebaiknya pastikan juga bahwa kabel stop kontak terpasang dengan kuat dan tidak longgar.

Kabel stop kontak ini harus terpasang kencang pada terminal stop kontak. Untuk cara mengatasinya yaitu dengan mengencangkan kabel pada stop kontak dengan benar.

 

4. Kesalahan dalam pemasangan kabel

Selain masalah stop kontak kendor yang berbahaya, kesalahan ketika memasang kabel atau instalasi steker listrik yang kurang baik ternyata juga sangat berisiko. Umumnya, kondisi ini bisa mengakibatkan  arus pendek listrik.

Jadi, arus pendek listrik inilah yang nanti akan menyebabkan overheating dan membuat stop kontak meleleh atau terbakar.

Misalnya, saat kalian menghubungkan kabel power PC atau charger laptop ke stop kontak, maka kalian pastikan dulu bahwa steker sudah benar-benar masuk ke dalam stop kontak.

Selain itu, jangan hubungkan ke arus listrik jika kabelnya ternyata kendor, cacat, atau terdapat kerusakan lainnya.

 

5. Kualitas stop kontak tidak sesuai standar

Setiap konsumen selalu disarankan untuk membeli barang yang berkualitas SNI atau Standar Nasional Indonesia.

Hal ini dapat membantu kalian untuk menemukan stop kontak yang berkualitas dan lebih aman digunakan.

Jadi, hindarilah penggunaan stop kontak yang tidak tercantum tulisan atau logo SNI. Karena, bisa jadi kualitas stop kontak tidak terjamin dan dapat membahayakan jika disambungkan pada arus listrik, sehingga membuat stop kontak meleleh.

 

6. Stop Kontak Menyambung Banyak Terminal

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa penggunaan colokan listrik dapat memudahkan kalian untuk menghubungkan banyak terminal atau peralatan elektrik pada satu sumber arus listrik saja.

Tapi sayangnya, dengan menghubungkan banyak terminal ke colokan listrik bisa berpotensi menyebabkan korsleting atau overheating.

Dengan menghubungkan banyak terminal ke satu stop kontak juga berpotensi meningkatkan suhu panas, terlebih lagi jika kalian menghubungkan barang elektronik dengan daya watt besar seperti AC, rice cooker yang sedang memasak nasi, setrika, dan lain sebagainya.

Kecepatan panas stop kontak juga akan semakin meningkat sehingga dapat menyebabkan meleleh atau terbakar.

 

7. Plat stop kontak longgar

Selain terminal, di dalam stop kontak juga terdapat plat penjepit yang terbuat dari logam, atau terbuat dari bahan besi plat atau plat tembaga.

Kondisi plat yang kendor akan mengakibatkan stop kontak tidak bisa menjepit steker colokan listrik dengan kencang. Akibatnya kontak diantaranya menjadi panas, dan bisa menyebabkan stop kontak atau steker menjadi panas, gosong dan meleleh.

Dibawah ini merupakan penyebab plat pada stop kontak menjadi longgar:

  • Sering colok-cabut steker colokan listrik
  • Stop kontak dipakai untuk banyak steker
  • Stop kontak dipakai untuk peralatan yang bergerak (setrika, gerinda, dan lain-lain)
  • Kualitas bahan stop kontak yang jelek

Leave a Reply

Your email address will not be published.