JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan penguatan tipis 0,22% ke level 6.971, mencoba bangkit setelah sepekan sebelumnya terpangkas 2,52%. Kinerja pekan lalu diwarnai oleh arus keluar dana asing (outflow) sebesar Rp5,8 triliun di pasar reguler. Meskipun demikian, tekanan di pasar saham diproyeksikan akan berlanjut, dengan sektor komoditas dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) seperti AADI dan LSIP dipandang memiliki prospek yang menjanjikan.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan bahwa perkiraan pasar saham dalam sepekan ke depan akan didominasi oleh kondisi risk-off moderat. Sentimen negatif ini utamanya dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah Selat Hormuz, yang secara langsung menjaga harga minyak dunia tetap tinggi dan berpotensi menimbulkan riak ekonomi global.
Kondisi di Selat Hormuz, secara fundamental, memberikan tekanan signifikan berupa kenaikan biaya produksi bagi negara-negara yang merupakan importir energi bersih. David menegaskan, hal ini berisiko memicu inflasi lebih lanjut dan mengikis daya beli masyarakat secara luas, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja ekonomi makro.
Di tengah situasi pasar yang cenderung moderat dan penuh risiko ini, sektor konsumsi dan transportasi diperkirakan menghadapi ancaman penurunan substansial akibat lonjakan harga energi. Sebaliknya, komoditas nikel dan CPO diprediksi akan menunjukkan ketahanan yang kuat. Ketahanan ini didukung oleh keterbatasan pasokan global serta kebijakan domestik yang proaktif dalam menjaga stabilitas harga dan produksi.
Dari perspektif teknikal, situasi ini diproyeksikan akan menempatkan IHSG dalam fase downtrend jangka menengah, dengan potensi menguji area support di rentang level 6.918 hingga 6.696. Oleh karena itu, investor disarankan untuk mengambil sikap yang lebih defensif dalam strategi investasi mereka.
“Fokus pada emiten berbasis komoditas seperti nikel dan CPO yang memiliki fundamental lebih kuat sangat dianjurkan. Ini akan lebih bijak dibandingkan berinvestasi di sektor konsumsi atau transportasi yang rentan terhadap lonjakan biaya operasional,” ujar David, menyarankan agar investor lebih selektif.
Berikut ini adalah rekomendasi saham pilihan dari IPOT Sekuritas untuk aktivitas perdagangan pekan ini, dikutip Senin (4/5/2026):
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)
- Strategi: Beli
- Entry: Rp11.600
- Target price: Rp12.200
- Stop loss: Rp11.300
- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP)
- Strategi: Buy on pullback
- Entry: Rp1.680-Rp1.700
- Target price: Rp1.800
- Stop loss: Rp1.620
- PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA)
- Strategi: Beli
- Entry: Rp1.785
- Target price: Rp1.960
- Stop loss: Rp1.700
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan berada dalam fase downtrend jangka menengah akibat sentimen risk-off moderat. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menjaga harga minyak dunia tetap tinggi, berpotensi memicu inflasi dan mengikis daya beli, yang mengancam sektor konsumsi dan transportasi.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas menyarankan investor untuk bersikap defensif dan fokus pada emiten komoditas seperti nikel dan CPO yang fundamentalnya lebih kuat. Sektor ini diprediksi tangguh berkat keterbatasan pasokan global dan kebijakan domestik. Saham pilihan yang direkomendasikan antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP).
