Pasar Saham RI Tertekan Sentimen MSCI dan DSI, Begini Analisisnya
IHSG melemah akibat tiga tekanan: outflow MSCI, outlook negatif Moody’s, dan kebijakan PT DSI.
IHSG melemah akibat tiga tekanan: outflow MSCI, outlook negatif Moody’s, dan kebijakan PT DSI.
The Fed menahan suku bunga tinggi, memicu tantangan di pasar saham dan kripto. Inflasi AS naik, mempengaruhi sentimen investor global.
Kebijakan ekspor satu pintu DSI mulai Juni 2026 diharapkan tak jadi risiko kebijakan, meski ada kekhawatiran soal implementasi, efisiensi, dan monopoli.
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan ini dengan volatilitas tinggi. Cermati saham MDKA, ULTJ, dan BTPN untuk potensi rebound teknikal.
ADRO dan MIKA direkomendasikan untuk buyback saham di tengah pasar lesu. ADRO buyback hingga Rp4 triliun, MIKA Rp1 triliun. Keduanya dinilai menarik.
IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat seperti BBRI, BMRI, TLKM, dan ADRO untuk Solderpanas sell asing yang menekan rupiah dan IHSG.
Analis merekomendasikan saham AADI dan LSIP sebagai pilihan defensif di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
IHSG pekan depan diprediksi volatil, dipengaruhi rilis data ekonomi seperti inflasi dan PDB. Sentimen global dan harga minyak juga berperan penting.
IHSG anjlok akibat penilaian MSCI, DPR meminta Bursa Efek Indonesia dan OJK untuk berbenah sekaligus bersikap kritis.