Daftar Saham Buyback Potensial: ADRO dan MIKA Jadi Incaran Analis

Solderpanas – , JAKARTA – Di tengah gejolak pasar yang menantang dan sentimen yang cenderung lesu, puluhan emiten menunjukkan optimisme dengan merencanakan aksi beli kembali saham (buyback). Namun, para analis mengingatkan bahwa dampak positif dari buyback ini mungkin terbatas, sehingga investor diharapkan untuk lebih selektif dalam menyusun portofolio investasi mereka.

Advertisements

Selain aksi buyback, beberapa emiten juga memilih strategi pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Sukarno Alatas, Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa secara teori, kedua aksi korporasi ini berpotensi menjadi pemicu sentimen positif. Akan tetapi, kondisi pasar yang masih volatil membuat dampaknya menjadi lebih terfragmentasi dan memerlukan kejelian.

“Buyback umumnya lebih efektif dalam menopang harga saham. Ini tidak hanya mengirimkan sinyal bahwa valuasi saham dianggap murah oleh manajemen, tetapi juga mengurangi jumlah saham beredar di pasar. Sementara itu, stock split lebih berfokus pada peningkatan likuiditas dan membuat harga saham lebih terjangkau oleh khalayak investor yang lebih luas,” terang Sukarno kepada Bisnis, seperti dikutip pada Sabtu (23/5/2026).

: Buma (DOID) Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp104,25 Miliar

Advertisements

Dari daftar emiten yang akan menjalankan buyback saham, Sukarno secara spesifik merekomendasikan dua nama yang patut dicermati: PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA).

ADRO berencana melaksanakan program buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Aksi ini dijadwalkan berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu dari 20 April 2026 hingga 20 April 2027. Sementara itu, MIKA menetapkan nilai maksimum buyback saham sebesar Rp1 triliun, yang akan dilaksanakan dalam periode 10 Juni 2026 hingga 9 Juni 2027.

: : Punya Kas Jumbo, GOTO Berencana Buyback Saham Rp3,5 Triliun

Sukarno membeberkan alasan di balik rekomendasinya. “ADRO kami anggap menarik untuk dicermati karena didukung oleh kinerja kuartal I/2026 yang masih solid, valuasi yang relatif murah, serta reputasi dividen yang kuat. Di sisi lain, MIKA juga menawarkan daya tarik untuk investasi jangka menengah-panjang berkat fundamentalnya yang defensif dan valuasi yang mulai lebih menggoda pasca koreksi harga,” paparnya.

Kinerja ADRO pada triwulan I/2026 memang menunjukkan angka yang impresif. Emiten batubara ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 23,40% secara tahunan (YoY), mencapai US$470,91 juta. Seluruh segmen usaha perseroan menunjukkan penguatan: pendapatan dari pertambangan melonjak 33,97% YoY, segmen jasa pertambangan tumbuh 15,30% YoY, dan pendapatan lain-lain meningkat 0,71% YoY. Dari segi laba bersih, emiten afiliasi Boy Thohir ini sukses mencatatkan US$128,14 juta, melesat 67,07% YoY.

: : RMKE Tuntaskan Aksi Buyback Saham, Kucurkan Rp44,58 Miliar

Tak kalah menjanjikan, MIKA, emiten sektor rumah sakit, juga membukukan kinerja positif pada triwulan I/2026. Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua segmen utama pendapatan MIKA, yaitu rawat inap dan rawat jalan, kompak menunjukkan pertumbuhan. Alhasil, dalam tiga bulan pertama 2026, MIKA berhasil meraih laba bersih Rp325,80 miliar, meningkat dari laba bersih Rp310,96 miliar di triwulan I 2025.

Secara keseluruhan, data keterbukaan informasi yang dihimpun Bisnis menunjukkan bahwa setidaknya 28 emiten telah mengumumkan rencana buyback saham dalam periode 1 Maret 2026 hingga 18 Mei 2026. Selain ADRO dan MIKA, nama besar lain yang ikut serta adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), yang merencanakan buyback saham senilai maksimal Rp1,17 triliun antara 30 April 2026 hingga 29 April 2027. BMRI sendiri mencatatkan pertumbuhan laba bersih 16,6% YoY menjadi Rp15,4 triliun pada triwulan I/2026.

Selanjutnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga menjadi sorotan. Setelah berhasil membukukan laba bersih Rp171 miliar pada triwulan I tahun ini, GOTO berencana melakukan buyback saham dengan nilai hingga Rp3,50 triliun, yang akan dilaksanakan dari 19 Juni 2026 sampai 18 Juni 2027.

Di sisi lain, sepanjang tahun berjalan hingga 18 Mei 2026, tercatat ada tiga emiten yang mengumumkan rencana stock split saham. Mereka adalah PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) dengan rasio 1:5, PT Itsec Asia Tbk. (CYBR) dengan rasio 1:2, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan rasio yang signifikan, yakni 1:25.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Di tengah pasar yang menantang, banyak emiten berencana melakukan aksi beli kembali saham (buyback) untuk menopang harga dan memberi sinyal valuasi murah. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, merekomendasikan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) sebagai incaran utama untuk buyback, sementara stock split juga menjadi strategi peningkatan likuiditas.

ADRO berencana buyback hingga Rp4 triliun, didukung kinerja kuat kuartal I/2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan. MIKA juga akan melakukan buyback maksimal Rp1 triliun, menarik berkat fundamental defensif dan kinerja positif di triwulan pertama. Selain ADRO dan MIKA, beberapa emiten besar lainnya seperti Bank Mandiri (BMRI) dan GoTo (GOTO) turut merencanakan buyback saham bernilai besar.

Advertisements