Mengapa ketika kita mendaki gunung, sering kali mengalami kesulitan untuk bernapas atau sesak sehingga fekuensi bernapas menjadi tinggi, pusing, dan mual?

Mengapa ketika kita mendaki gunung, sering kali mengalami kesulitan untuk bernapas atau sesak sehingga fekuensi bernapas menjadi tinggi, pusing, dan mual?

Jawaban:

Penyebab pada saat kita mendaki gunung kita merasa kesulitan bermapas atau sesak sehingga frekuensi bernapas jadi tinggi, pusing serta mual karena adanya tekanan parsial yang tinggi di atas gunung.

Pembahasan:

Pada wilayah yang tinggi maka oksigen akan berkurang kadarnya karena penurunan tekanan parsial pada area tersebut.
Sedikitnya kadar oksigen di pegunungan berakibat pada berkurangnya jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh kita sehingga sel-sel tidak mendapatkan kecukupan bahan bakar untuk melakukan respirasi sel dan energi yang dihasilkan pun sedikit.

Karena badan kekurangan oksigen maka untuk mengatasinya maka tubuh akan berupaya untuk meningkatkan kadar oksigen yang kita hirup dengan cara menghirup udara dengan cepatatau seperti “ngos-ngosan”.

Kondisi pusing, mual dan terkadang bisa mengalami kehilangan kesadaran disebabkan oleh pasokan oksigen yang sedikit. Untuk menghindari hal-hal yang merugikan ketika kita mendaki, maka kita harus mengatur ritme bernapas dan membiarkan tubuh beristirahat agar dapat beradaptasi dengan perbedaan kadar oksigen di area pegunungan.

Baca Juga :  Mana yang lebih kecil antara atom dan elektron?