Cara Kerja dan Fungsi pada Speaker Protektor

Cara Kerja dan Fungsi pada Speaker Protektor

Cara Kerja dan Fungsi pada Speaker Protektor – Speaker protektor memiliki fungsi sebagai pengaman speaker dari arus pendek amplifier sehingga saat terjadi kerusakan pada amplifier tidak berdampak pada speaker.

Lebih jelasnya speaker protektor mengamankan dan mencegah dari arus DC masuk ke speaker, karena arus DC yang mengalir ke coil speaker bisa merusak coil speaker.

Contohnya : Bila kamu sering mendengar suara (Jedug) dari loudspeaker berarti itu merupakan arus DC. Hal ini bila berlangsung terus menerus mengakibatkan speaker mudah rusak. Maka dari itu speaker protektor berperan.

Speaker protektor biasanya dipasang di amplifier yang memiliki daya menengah hingga daya tinggi. Atau amplifier yang kemungkinan memiliki hentakan arus ketika pertama kali dihidupkan dan dimatikan.

Cara Kerja dan Fungsi pada Speaker Protektor

Speaker protektor tidak hanya sebagai pengaman ketika pertama kali dihidupkan, Speaker protektor juga mengamankan bila ada konsleting pada rangkaian ampli. Pada jenis rangkaian amplifier OCL biasanya sangat rentan terjadi DCO bila terjadi kerusakan pada rangkaian ampli.

Ada 2 jenis speaker protektor dengan sistem kerja yang berbeda yaitu:

  1. Speaker Protektor Yang Hanya Mengamankan Ketika Pertama Kali Dihidupkan.

Speaker protektor ini cocok digunakan pada amplifier berdaya rendah, misalnya ketika memakai amplifier OCL untuk corong toa. Ini sangat membantu pengamanan horn toa. Cara kerja speaker protektor ini sederhana. komponen utamanya adalah sebuah relay yang dihubungkan ke rangkaian transistor yang berfungsi sebagai saklar otomatis.

Ketika amplifier dinyalakan pertama kali, relay akan memutus arus yang menuju ke loudspeaker untuk sementara. Setelah tegangan setabil baru relay akan menyambung arus ke loudspeaker, sehingga suara hentakan Jedug tidak muncul dispeaker. Jenis speaker protektor ini tidak dilengkapi dengan DC detektor. Sehingga saat terjadi keruskan pada rangkaian amplifier speaker protektor tidak bisa berfungsi.

  1. Mengamankan Bila Terjadi Arus Pendek Pada Rangkaian Amplifier Dan Juga Speaker.

Speaker protektor ini bisa mendeteksi adanya arus DC yang mengalir ke output amplifier, otomatis relay akan memutus arus ke speaker. Bisanya ada indikator LED protek menyala dan amplifier tidak akan bekerja. KIT protektor jenis ini sudah dilengkapi dengan DC detektor pada sekemanya.

Atau yang bagus memiliki nama (speaker protektor anti konslet), dalam KIT tersebut sudah dilengkapi dengan sensor REF posistif (+) dan negatif (-), dan bekerja lebih efektif saat terjadi kerusakan pada amplifier atau ketika speaker terbakar sehingga amplifier tetap aman. REF dipasangkan pada emitor sebelum kapur pada transistor NPN + dan PNP transistor final amplifier.

Contoh pentingnya speaker protector : Pada jenis rangkaian OCL arus DC akan muncul meski hanya satu transistor yang jebol. Namun lambat kelamaan bila masih diberikan beban akan berakibat pada transistor yang lainya ikut short. Bila speaker protektor mendeteksi arus DC, maka otomatis transistor tidak akan menerima beban dari speaker. Dan di sinilah pentingnya speaker protektor yang memiliki fitur DC detektor.

Kamu perlu mempertimbangkan dan mengetahui apakah speaker protektor yang akan kamu beli hanya bekerja pada ketika pertama kali amplifier dihidupkan atau bisa memprotek saat terjadi over load pada speaker atau amplifier protektor mendeteksi.

Jenis speaker protektor yang ada dipasaran saat ini bermacam macam, tegantung kualitas komponen yang dipakai. Fungsinya masih sama, sama sama mengamankan speaker. Tapi yang paling bagus yaitu memiliki sistem yang pemutus arus ketika terjadi kerusakan pada amplifier atau speaker, sehingga ampli dan speakernya aman. Tentu jenis speaker protektor ini jauh lebih mahal.

Apabila salah pilih spaker protektor tidak berfungsi sesuai fungsinya. Padahal arus DC akan mengalir ke output speaker, saat terjadi kerusakan pada transistor final ampli. Gejalanya ketika arus DC mengalir ke speaker, muncul suara dengung parah atau speaker bergerak maju diam atau bergerak kebelakang dan diam saja.

Pada beberapa ampli builup pasti sering mengalmi gejala protek ketika amplifier kelebihan beban atau terlalu over power. Ini menandakan bahwa sistem proteksi bekerja. Tapi kekurangannya adalah ketika rangkaian protek pada amplifier buildup rusak maka amplifier tidak bisa bekerja sepenuhnya.

Ketika menyalakan hanya akan menyala LED protek, ketika dimasukkan input tidak akan timbul output padahal amplifier normal. Tapi pentingnya dalam amplifier berdaya tinggi sistem ini sangat berperan besar pada saat penyelamatkan speaker dari overload arus DC atau konsleting pada speaker.

Bagi kamu yang sedang memilih speaker protektor untuk kebutuhan merakit ampli, pertimbangkan baik baik mana yang akan diterapkan pada rangkaian. Misalnya hanya untuk daya rendah, cukuplah untuk yang harganya sekitar 40 ribuan meskipun fungsinya hanya memprotek arus ketik pertama kali dihidupkan. Sedangkan untuk daya 1000 watt pilih yang mahal misal yang seharga 100 ribuan yang memiliki sensor konsleting dan dilengkapi sensor DC.

Kamu juga perlu perhitungkan daya yang akan diprotek relay yang pakai pada KIT. Karena ketika relay yang dipakai berdaya rendah biasanya akan berpengaruh ketika hentakan nada bass, semakin tinggi daya output ampli berarti perlu memiliki relay semakin tinggi. Untuk 1000 watt misalnya memakai relay 60A.

Akhir Kata

Demikian informasi yang dapat solderpanas sampaikan jika bermanfaat silahkan share dan terimakasih telah membaca artikel ini.

Check Also

Cara Menambah TEF SOCL 504

Cara Menambah TEF SOCL 504

Cara Menambah TEF SOCL 504 – Kali ini saya akan memberi taukan cara menambah driver …

Leave a Reply

Your email address will not be published.